
RENGAT,GORIAU.COM - Sehubungan kian pekatnya kabut asap di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Penjabat Bupati Inhu H Kasiarudin bersama Forkopinda Inhu gelar rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin (7/9/2015).
Selain Forkopinda, rapat yang diselenggarakan di Aula Kantor Bappeda dan Litbang itu juga dihadiri Ketua DPRD Inhu H Miswanto, Plt Setda Inhu, para Asisten dilingkungan Setda Inhu, Kepala Stasiun Metereologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Japura, serta para Kadis, Camat se Inhu serta instansi terkait lainnya.
Rapat yang dipimpin langsung Pj Bupati Inhu H Kasiarudin itu membahas dua agenda penting, yakni terkait status kabut asap dan pembuatan posko penanggulangan kabut asap yang dipusatkan di Bandara Japura, Kecamatan Lirik.
Dalam arahannya, Pj Bupati Inhu meminta minta kepada seluruh kepala SKPD terkait, Camat, Lurah dan Kepala Desa (Kades) agar tidak meninggalkan wilayahnya sampai kabut asap tertanggulangi.
Hal itu bertujuan untuk memudahkan koordinasi dalam upaya penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Inhu. "Saya minta Camat dan Kades untuk berkoordinasi dan menyediakan bak penampungan air didaerah masing-masing, guna memudahkan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang saat ini mengalami kekeringan sumber air akibat kemarau", tegasnya.
Kepada para pelaku usaha dan elemen masyarakat diharapkan untuk dapat bersinergi dengan instansi dan institusi terkait dalam melakukan penanggulangan karhutla secara maksimal, sedangkan prosedur penanganan karhutla harus dimantapkan.
Terkait status dan kondisi kabut asap saat ini, Pj Bupati menyebutkan bahwa perlu dilakukan kajian dan analisis sebelum mengajukan dan menetapkan status tanggap darurat. "Untuk status udara, kita harus melakukan kajian. Yang pasti saat ini udara sudah tidak sehat", pungkasnya tegas.(jef)