PEKANBARU, GORIAU.COM - Janji PT Waskita Karya menuntaskan perbaikan jembatan Siak III bulan Mei ternyata hanya isapan jempol. Sampai saat ini jembatan yang dinanti-nanti warga Pekanbaru, itu masih terbengkalai.

Walau berbagai kalangan telah melayangkan kritik, mulai dari anggota DPRD Riau, LSM bahkan tokoh-tokoh masyarakat, namun sepertinya PT WK tak menggubrisnya. Ibarat anjing menggonggong kafilah berlalu, begitulah perusahaan plat merah ini meresponnya.

''Saya sudah sejak awal tidak yakin dengan WK, bahkan sempat saya gugat ke pengadilan, lantaran mereka tidak profesional dalam mengerjakan proyek yang megah itu,'' kata Syakirman, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSI).

Dikatakan Syakirman, sejak jembatan itu bermasalah dialah orang pertama yang melakukan gugatan. Namun lantaran PT WK kuat dan banyak duit, gugatan kita kalah. ''Saya kecewa dengan hakim. Tapi apa mau dikata, saya tidak bisa berbuat banyak,'' ujarnya.

Walau kalah di pengadilan, bukan berarti Syakirman menyerah. Kata dia, kekuatan masyarakat bisa menjust atau 'menghakimi' PT WK . Bila perlu perusahaan BUMN itu diblacklist saja dan jangan lagi diberi proyek-proyek infrastruktur di Riau. ''Kita minta kepada Pemprov maupun Pemkab untuk tidak memberi kepercayaan lagi kepada PT WK dalam mengerjakan proyek-proyek di Riau,'' tegas Syakirman.

Senada dengan Syakirman, Direktur eksekutif Riau Development Watch Ir Yanto Budiman juga menyesalkan hasil kerja PT Waskita Karya. Kata Yanto, tidak hanya jembatan Siak III saja yang bermasalah, namun banyak proyek-proyek yang dikerjakan WK yang tidak beres di Riau. Misalnya, dugaan penyimpangan spek proyek rigid beton Simpang Mahato-Pujud tahun 2011.

Proyek bernilai Rp80-an miliar yang didanai APBD Riau, itu ditengarai ada kongkalikong antara PT WK dengan Badan Pemeriksa Keuangan. Spek yang tadinya K350 ternyata ketika ditest yang dibawa adalah sampel K250.

Sementara itu, Pimpinan cabang Waskita Karya Purma Yosrizal membantahnya. "Sudah dilakukan pengetesan di Pusjatun Bandung," katanya melalui pesan singkat. Ketika ditanya apakah benar sampel yang ditest K250, lagi-lagi Yosrizal mengelak sembari mengarahkan untuk ditanya kepada PPTK. "Silakan tanya sama pak Darius, beliau PPTK nya," ujarnya singkat melalui SMS. ***