INHU- Di tanah bumi lancang ini, setidaknya ada 3 juta haktare kebun sawit di Riau, namun ketidak seimbangan harga sawit, selalu berubah-ubah, menjadi persoalan sehingga perekonomian melemah. Wajar petani sawit di Riau menjerit.

Jika dipercaya sebagai pemimpin Riau, Syamsuar akan menjadikan persoalan ini sebagai prioritas kerjanya untuk meningkatkan harga sawit atau paling tidak mengstabilkan harga sawit.

"Caranya dengan membuat industri hilir. Hal ini memacu pertumbuhan ekonomi dan tentunya harga sawit akan naik," kata Syamsuar pada kampanya dialogis di Desa Bukit Lipai, Kecamatan Batang Cenaku, Kamis (22/2/2018 petang.

Persoalan kelapa sawit lainnya yang diselesaikan Syamsuar, terkait masalah produksi buah sawit yang saat ini menurun lantaran sawit sudah tua, rata-rata di Riau berumur 25 tahun dan sudah seharusnya dilakukan peremajaan.

"Hal ini perlu dilakukan karena sumber mata pencarian masyarakat dari sawit, karenanya Pemerintah Provinsi Riau harus memperhatikan hal ini karena produksi buah sawit menurun," ungkap Syamsuar menanggapi gejolak ekonomi global harga sawit di Provinsi Riau.***