MOSKOW – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa India dan Pakistan telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata penuh dan segera. Kesepakatan tersebut tercapai setelah serangkaian perundingan panjang yang dimediasi langsung oleh pemerintah Amerika Serikat.

"Setelah perundingan panjang yang dimediasi oleh Amerika Serikat, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa India dan Pakistan telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata penuh dan segera. Selamat kepada kedua negara karena telah menggunakan akal sehat dan kecerdasan yang hebat," tulis Trump melalui platform Truth Social, Sabtu (10/5/2025).

Kesepakatan gencatan senjata ini tercapai menyusul memanasnya hubungan kedua negara setelah serangan berdarah di wilayah Kashmir, tepatnya di dekat kota wisata Pahalgam yang dikuasai India, pada 22 April lalu.

Serangan tersebut mengakibatkan 26 orang tewas dan diklaim oleh kelompok militan bersenjata Front Perlawanan yang disebut memiliki keterkaitan dengan organisasi teroris. Meski demikian, pemerintah India langsung menuding Pakistan sebagai dalang di balik serangan, tuduhan yang dibantah keras oleh pihak Islamabad.

Sebagai respons atas insiden itu, pada 7 Mei Kementerian Pertahanan India meluncurkan Operasi Sindoor, yang diklaim menyasar infrastruktur militan di wilayah Pakistan. India menyatakan bahwa 70 "teroris" berhasil dilumpuhkan, dan menegaskan bahwa serangan tidak ditujukan pada fasilitas militer Pakistan.

Namun, laporan dari militer Pakistan menyebutkan bahwa serangan tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 57 lainnya, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik terbuka antara dua negara bersenjata nuklir tersebut.

Kesepakatan gencatan senjata ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencegah konfrontasi lanjutan antara dua negara yang telah lama berseteru, terutama di wilayah sensitif Kashmir. (ant)