PEKANBARU - Lenta Pardosi (32) ibunda bocah umur 11 tahun yang ditemukan jadi tulang belulang di di semak belukar di jalan lintas timur KM 15, Desa Baru kecamatan Siak Hulu Rabu (23/3/2016) lalu mengaku sempat mendapat firasat sebelum kematian sang anak.

Kepada GoRiau.com Lenta mengatakan bahwa beberapa hari sebelum ia menghilang pada 9 Maret 2016 lalu, Angelika sempat menunjukkan sikap berbeda. "Dia pendiam dan tak banyak ngomong. Biasanya ceria," ungkap sang ibu di Mapolda Riau, Senin (28/3/2016).

Selain itu, Lenta juga dihinggapi perasaan tak enak. Sering ia merasa was-was tanpa sebab apapun. "Saya kan kerja apa aja. Jadi saat kerja selalu tak tenang, pengen pulang terus. Itulah pas sorenya Angelika pamit mau ambil buku sama adeknya," sebutnya.

9 Maret 2016 sore, Angelika izin kepada adiknya untuk mengambil buku ke Jalan Sepakat, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Setelahnya ia tidak juga pulang, hingga akhirnya jasad Angelika ditemukan warga sudah jadi tulang belulang di semak belukar.

"Kata polisi itu anak kami yang hilang. Hasil tes DNA-nya positif. Katanya beberapa organ tubuh anak saya banyak yang hilang. Apakah ini dibunuh atau bukan belum ada kepastian oleh polisi," beber Lenta.

Lebih lanjut, kasus kematian bocah kelas V SD tersebut akhirnya terdengar oleh pemerhati anak sekaligus Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. "Kemarin beliau sudah ke rumah. Hari ini ia dampingi ke Mapolda," tukas sang ibu.

Senin siang ini, Kak Seto menjumpai Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, Dirkrimum Kombes Rivai Sinambela, jajaran pejabat utama Polda, Kapolsek Siak Hulu serta orangtua dari Angelika dan Dinas Sosial Provinsi Riau. ***