
BENGKALIS, GORIAU.COM - Hujan yang melanda Bengkalis sepekan terakhir telah melahirkan banyak kerugian kepada masyarakat. Bukan saja karena tutupnya tempat usaha, tetapi warga juga tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Bahkan beberapa perkantoran tak bisa kerja karena air memasuki ruangan kerja.
Bahkan di usaha perabot yang ada di Jalan Bantan Desa Senggono, Kecamatan Bengkalis, air menggenangi hingga ke areal kerja sehingga usaha tersebut ditutup untuk sementara untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. ''Kami sudah seminggu tutup karena takut terjadi konsleting listrik karena umumnya alat kami menggunakan listrik, ujar Agus (43 tahun), Senin (10/9/2012).
Dijelaskannya, tingginya air tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski tahun lalu hujan juga seperti tahun ini, namun tidak pernah banjir hingga menggenangi seiisi tempat tinggal. ''Biasa ada pengerukan sungai, tapi tahun ini sudah tidak ada,'' jelasnya.
Selain merendam perumahan dan tempat usaha, banjir tahun ini juga menghentikan aktifitas pegawai yang kantornya digenangi air. Seperti di Kantor Kejaksaan Negeri Bengkalis dan Kantor Rupbasan Jalan Pertanian Bengkalis.
Asisten I Setdakab Bengkalis, Burhanuddin Husin menjawab wartawan mengatakan, mengatasi persoalan banjir harus dilakukan secara bersama-sama, seperti pihak kecamatan maupun desa harus segera mencari sebab terjadinya banjir.
“Penyebabnya harus ditemukan dahulu. Kecamatan atau desa segera mencari solusinya. Anggaran di desa maupun di kecamatan sudah dialokasikan cukup besar. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengatasi banjir, seperti untuk pembersihan atau normalisasi aliran sungai,'' paparnya. (jfk)