PEKANBARU, GORIAU.COM - Final senam ritmik yang berlangsung di Hall Senam Sports Center, Rumbai, Minggu (16/9/2012), sempat molor empat jam dari jadwal semula. Molornya pertandingan tersebut dikarenakan wasit dan juri yang memimpin pertandingan mogok.

Sekitar puluhan wasit dan juri pada partai yang akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB tidak mampu memimpin pertandingan. Mereka memilih untuk mogok karena pihak panitia belum juga membayar honornya. Padahal mereka sudah bertugas sudah hampir empat hari. ''Kami sepakat untuk tidak memimpin pertandingkan sebelum honor kami dibayar,'' kata salah satu wasit yang enggan untuk disebut namanya.

Panitia pelaksanaan (panpel) cabor senam, Abdul Rais mengakui adanya pemogokan yang dilakukan wasit dan juri. Ia mengatakan, semua itu hanya kesalahan teknis saja dan sudah diselesaikan. ''Hanya kesalahan teknis,'' singkatnya.

Sementara Ketua Bidang Pertandingan, Rustam Effendi ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa honor wasit dan juri setiap pertandingan sudah diberikan kepada masing-masing cabor.

''Kita sudah mendistribusikan honor wasit dan juri ke masing-masing cabor. Jika ada yang belum dibayarkan itu karena masih ada pertandingan yang harus dijalani. Honor sendiri dibayarkan dua hari sebelum pertandingan usai,'' tukasnya.

Sementara itu DKI mendominasi nomor ini menyapu bersih empat emas yang diperebutkan. Keempat emas tersebut diraih dua pesenam ritmik Jakarta yakni Nabila Evandestiera dan Dinda Defriani. Nabila mendapatkan dua emas dari alat simpai dan bola dengan masing-masing total skor 22.525 dan 22.367. Sementara Dinda mendapatkan dua emas dari alat gada dan pita dengan masing-masing total skor 22.075 dan 22.558.

Pada alat simpai, perak dan perunggu diraih dua pesenam Jawa Timur Sinta Ernawati dan Rozanah Ghassani dengan masing-masing total skor 19.825 dan 17.467.

Pada alat bola, perak diraih oleh pesenam Jakarta lainnya, Carlin Agustia dengan perolehan total skor 20.375. Sementara perunggu diboyong pesenam Jawa Tengah Intan Octaviana dengan total skor 18.408.

Pada alat gada, perak diraih Rozana dengan total skor 18.575, dan perunggu berhasil diraih pesenam Jawa Barat Renni Nurhandayani dengan total skor 17.433.

Dan pada uji alat terakhir, pita, perak diraih oleh Carlin dengan total skor 22.558, sementara perunggu kembali berlabuh pada pesenam Jateng Intan dengan total skor 17.483. Dengan hasil tersebut, Jakarta berhasil membawa pulang semua emas dari tiga nomor ritmik dengan total enam emas dan tiga perak.(*/ant/rsc)