
PEKANBARU, GORIAU.COM - Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru mengeluarkan fatwa dengan benang merah ''Jangan Pilih Caleg Lebay''. Fatwa yang memuat 8 kriteria caleg lebay itu dikirimkan ke media massa termasuk kepada GoRiau.com.
Fatwa yang disampaikan, Senin (7/4/2014) siang ini ditandatangani oleh Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Matgus Riadi, Wakil Sekretaris Umum Matgus Riadi serta diketajui oleh Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Ary Nugraha.
Dalam fatwanya HMI membuat 8 point kriteria Caleg, pejabat/politisi Lebay yang harus diwaspadai masyarakat. Berikuti 8 kriterima dimaksud:
1. Politisi Lebay akan menjamur di musim Pemilu Legeslatif dengan berbekal kekayaan politisi ini sangat yakin walau kemampuan, integritas dan kapasitas masih diragukan namun dengan semangat harta kekayaan maju tak gentar memulai aksinya mengumbar senyum, sok akrab sok dekat disetiap kesempatan bertemu dengan masyarakat yang berdomisili di Dapilnya, diluar Dapilnya Politisi Lebay sangat dikenal sebagai pribadi yang kikir dan sombong.
2. Politisi Lebay tak segan dan sungkan menghambur-hamburkan duit, bersedekah, menyumbang disana sini, memprakarsai kegiatan sosial, dan kegiatan keagamaan di Dapilnya padahal sebelum jadi Caleg Politisi Lebay tak pernah menghiraukan bahkan berusaha menjauh dan mencibir kalau perlu bersembunyi dari kegiatan masyarakat yang ada hubungannya dengan kegiatan sosial dan permintaan bantuan untuk kegiatan sosial dan keagamaan.
3. Politisi Lebay Jelang Pemilu akan memperlihatkan pada masyarakat sifat alim, rajin beribadah ke mesjid, sembahyang waktu tak ada yang luput, kalau perlu peci selalu di kepala, tasbih selalu ditangan mulut komat kamit entah apa yang diucapkan apalagi ditengah tengah masyarakat yang bakal memilihnya.
4. Politisi Lebay jelang Pemilu akan merubah total perilakunya yang sebelumnya malas datang di undangan perkawinan menjadi orang yang paling rajin mendatangi acara acara perkawinan, acara selamatan naik rumah dan tak jarang agak sentimentil bila dalam acara yang digelar masyarakat Dapilnya Beliau tak diundang.
5. Politisi Lebay akan merubah total prilakunya yang sebelumnya kurang responsif dan bersahabat menjadi tak pernah melewatkan waktunya untuk menyumbang pada setiap ada kedukaan atau bencana, kalau perlu beliau orang bisa terlihat sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa masyarakatnya.
6. Politisi Lebay Selain menjadi ramah, suka menyumbang, bersedekah, rajin kemesjid, sholat dan puasa, Beliau juga tak segan segan berjanji yang muluk muluk janji yang diluar kemampuan dan alam pikiran manusia normal contoh bila terpilih akan membangun jalan, jembatan, pengairan akan memberikan dana bantuan perbaikan rumah, perbaikan mesjid, gereja, pura kalau perlu akan membelikan konstituennya 1 motor satu keluarga, Beliau tak pernah berfikir kalau masyarakat sudah bosan dengan janji bahwa bantuan yang dimaksud adalah program Pemerintah yang dananya berasal dari Rakyat, masyarakat sudah sangat cerdas dan berpengalaman dan tentu tahu seluk beluk program Pembangunan, kalau janji itu berasal dari kocek pribadi yakin sulit direalisasikan untuk menggantikan modal yang sudah dikeluarkan selama masa sosialisasi sampai ketahapan kampanye tidaklah sebesar pendapatan yang akan diterima selama menjadi anggota legeslatif.
7. Politisi Lebay akan kembali kesifat dasarnya ketika tujuannya sudah tercapai terpilih menjadi anggota Dewan Yang Terhormat, terpandang dan dihormati oleh masyarakat yang memilihnya, keakraban dengan masyarakat mulai luntur tak ada lagi senyum penuh persahabatan, tak terlihat lagi di tempat tempat umum, rumah ibadah, dirumah duka, tak ada lagi lambaian tangan mobil tumpangan dari rumah ke Kantor hingga masuk garasi dipasang kaca gelap gulita yang selalu tertutup rapat ketika melewati daerah dapilnya sungguh mengenaskan.
8. Politisi Lebay akan kembali menjadi Dermawan, Agamawan, dan Sosial atau sosialita ketika jelang musim Pemilu lima tahun kemudian setelah sekarang hemmmm...Jika menemukan 8 Krieteria Caleg, pejabat/politisi Lebay tersebut. Maka segera diblacklist dalam pilihan bapak-ibu, saudara/i sekalian. (rls)