PEKANBARU - Terhitung sejak tanggal 26 Maret hingga 15 April 2020, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Negeri Jiran, Malaysia yang telah tiba di Provinsi Riau melalui jalur laut, totalnya sudah 2.206 orang.

Para WNI ini, masuk ke Riau melalui empat pelabuhan yang ada di Riau, yakni Pelabuhan Selatpanjang, Mengkapan, Bengkalis, dan Dumai. Sebelumnya, mereka telah transit terlebih dahulu di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Benar, jumlah kedatangan WNI Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang masuk di empat pelabuhan Riau berjumlah 2.206 orang. Ini data yang sudah kita rekap dari 26 Maret sampai 15 April 2020," kata Kepala Dishub Provinsi Riau, M Taufiq OH di Pekanbaru, Rabu (15/4/2020).

Taufiq mengatakan, bahwa ribuan WNI Malaysia itu semuanya sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Dengan rincian, 2.206 WNI tersebut sebagiannya berasal dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Jambi.

"Ada juga WNI yang singgah di kabupaten dan kota di Riau, seperti Pekanbaru, Rokan Hilir (Rohil), Kampar, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu (Inhu), Bengkalis, Rokan Hulu (Rohul), dan Dumai," sebutnya.

Lebih lanjut Taufiq mengatakan, sebelum WNI dipulangkan ke daerah masing-masing, saat sampai di pelabuhan Riau tetap dilakukan protokol kesehatan, walaupun sebelumnya di Tanjung Balai Karimun sudah dilakukan pemeriksaan.

"Setelah diperiksa dengan Thermalscaner semuanya sehat. Kemudian kita pulangkan ke daerahnya masing-masing, kalau WNI asal Riau tanggung jawab kita yang mengatur dengan kabupaten dan kota," ujarnya.

"Nanti saat tiba di kabupaten dan kota, para WNI akan disambut petugas di sana. Kemudian mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Ini dipantau oleh petugas kesehatan," tukasnya. ***