PEKANBARU – Dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan pariwisata di Kota Pekanbaru, Penjabat Walikota, Muflihun, telah meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pekanbaru untuk menciptakan kalender event pariwisata.

Muflihun, Jumat (26/5/2023), mengutarakan visinya tentang bagaimana mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Ia berpendapat bahwa dengan adanya agenda rutin setiap hari, wisatawan yang datang ke kota Pekanbaru akan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan untuk mereka kunjungi dan nikmati.

"Kita perlu menampilkan, serta mempromosikan budaya. Berbicara alam, Pekanbaru tidak seperti Sumatera Barat. Kita sudah dorong Dinas Pariwisata, agar mencontoh Banyuwangi. Banyuwangi itu hampir mirip seperti (daerah) kita, tapi dia buat pariwisata buatan," ujar Muflihun.

Ia juga berbicara tentang bagaimana strategi ini dapat digunakan untuk menciptakan kegiatan di kota Pekanbaru setiap malam. "Bagaimana kita ciptakan setiap malam itu ada kegiatan di kota Pekanbaru. Yaitu dibuat kalender event pariwisatanya. Kita punya 83 lurah, setiap lurah itu buat kegiatan setiap malamnya, berarti ada 83 kegiatan. Begitu juga dengan Camat ada 15, buat juga kegiatannya. Begitu juga dengan KONI. Dan juga rekan-rekan media juga bisa membuat kegiatan. Kalau ada 200 saja kegiatan yang bisa kita buat setiap malamnya, wisatawan yang datang bisa berkunjung kesana," imbuhnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru telah menetapkan Taman Labuai Purna MTQ di Jalan Jenderal Sudirman sebagai pusat kegiatan. Selain itu, bekas kantor Kesbangpol Pekanbaru di Jalan Arifin Ahmad akan diubah menjadi pusat oleh-oleh yang dihasilkan oleh pelaku UMKM.

Muflihun menambahkan bahwa dengan menerapkan strategi ini, ia percaya bahwa Pekanbaru dapat memanfaatkan potensinya dalam pariwisata. Ia berharap bahwa dengan pengembangan ini, sektor pariwisata di kota tersebut dapat tumbuh dan memberikan dampak positif pada ekonomi lokal. ***