DUMAI - Daging beku yang diimpor dari Negeri Jiran, Malaysia, diduga sudah mulai masuk ke Kota Dumai, Riau, diam-diam melalui pelabuhan tikus yang ada. Daging beku impor asal Malaysia ini, untuk menghancurkan harga daging lokal di pasar tradisional. Dampaknya pedagang daging lokal pun mulai menjerit.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com, peredaran daging beku ini tidak hanya dijaringan orang-orang tertentu, juga beredar di media sosial, seperti Facebook. Peredaran daging beku yang terpantau memiliki merk Al-Fadeel.

Daging beku asal Malaysia dijual dengan harga Rp80.000 per kilogram (kg). Sementara harga daging sapi lokal saat ini diharga Rp110.000 per kg di Dumai.

"Kami silahkan saja kalau konsumen mau membeli daging impor itu. Memangnya kita bisa jamin, daging itu sehat dan tidak mengandung penyakit," ujar Suhardi Tando pedagang daging di Pasar Senggol Jalan Sudirman kepada GoRiau.com, Sabtu (18/6/2016).

Ia mengatakan, saat ini penjualan daging sangat lesu. Dalam beberapa hari ini dirinya hanya bisa menghabiskan 10 kg daging sapi. Sementara, pada tahun 2015, di bulan Ramadan, bisa menghabiskan 30 kg sampai 40 kg daging sapi setiap hari. Kebutuhan daging akan meningkat menjelang Idul Fitri nanti.

"Kita berharap juga kepada pemerintah, untuk bisa mengendalikan harga daging saat ini. Karena bagaimana pun juga, kebutuhan saat ini sangat memperihatinkan," imbuhnya saat berbincang-bincang.***