PEKANBARU – Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim penetapan harga, telah menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 22 hingga 28 Februari 2023 dengan indeks sebesar 91,81%. Indeks "k" untuk 1 bulan kedepan mengalami penurunan sebesar 0,36% dari indeks "k" bulan lalu.

Penurunan ini disebabkan oleh penurunan produksi (TBS diolah) yang mengakibatkan biaya pengolahan menjadi naik serta turunnya harga penjualan CPO pada bulan lalu.

Namun, meskipun indeks "k" mengalami penurunan, harga jual CPO mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit, dengan jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 2.680,04/Kg.

Faktor penyebab naiknya harga TBS periode ini adalah karena terjadinya kenaikan harga jual CPO dan Kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data. Seluruh informasi ini disampaikan oleh Kabid Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja.

Harga jual CPO dan Kernel di beberapa perusahaan mengalami kenaikan atau penurunan dari harga minggu lalu. PTPN V Sei Buatan, PTPN V Sei Tapung, PT. Sari Lembah Subur, PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Satu (PUS), PT. Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Dua (PUD), dan PT. Rigunas Agri Utama PMKS Peranap (PPN) mengalami kenaikan harga jual CPO, sementara PT. Buana Wiralestari Mas, PT. Ramajaya Pramukti, PT. Meganusa Intisawit, PT. Eka Dura Indonesia, PT. Kimia Tirta Utama, PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Satu (PBS), dan PT. Inti Indosawit Subur PMKS Buatan Dua (PBD) mengalami penurunan harga jual CPO.

Untuk harga jual Kernel, PT. Kimia Tirta Utama dan PT. Sari Lembah Subur mengalami kenaikan harga jual, sementara sisanya tidak melakukan penjualan pada minggu ini.

Dengan demikian, kenaikan harga TBS minggu ini lebih disebabkan oleh faktor kenaikan harga CPO dan Kernel. Namun, sistem tata kelola penetapan harga TBS Provinsi Riau semakin membaik dan menjadi upaya serius dari seluruh stake holder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, Selasa (21/2/2023) menyatakan bahwa peningkatan tata kelola penetapan harga akan memperkuat industri perkebunan di Provinsi Riau dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, peningkatan harga TBS juga akan mendorong petani untuk meningkatkan produksi dan mutu TBS, sehingga dapat bersaing di pasar global. ***

Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Prov Riau periode 22 - 28 Februari 2O23 :

Umur 3th (Rp 1.969,90);
Umur 4th (Rp 2.136,43);
Umur 5th (Rp 2.337,79);
Umur 6th (Rp 2.394,37);
Umur 7th (Rp 2.487,94);
Umur 8th (Rp 2.557,04);
Umur 9th (Rp 2.618,00);
Umur 10th-20th (Rp 2.680,04);
Umur 21th (Rp 2.564,66);
Umur 22th (Rp 2.551,60);
Umur 23th (Rp 2.540,71);
Umur 24th (Rp 2.431,87);
Umur 25th (Rp 2.372,00);
Indeks K : 91,81%
Harga CPO Rp 11.856,18
Harga Kernel Rp 5.905,41 naik Rp 3,99 per Kg utk umur 10-20 thn.