PANGKALAN KERINCI – Harga jual Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani di Kabupaten Pelalawan, Riau semakin merosot tajam, bahkan melemah hampir 50 persen dibandingkan harga acuan Dinas Perkebunan (Disbun) Riau.

Menerima keluhan petani terkait harga TBS yang anjlok, Bupati Pelalawan H Zukri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kecamatan Langgam, Senin (9/5/2022).

Usai melakukan sidak ke beberapa pabrik sawit, Bupati Zukri mengungkapkan adanya pabrik yang membeli TBS sawit petani dengan harga Rp2.080 per Kilogram (Kg), jauh lebih rendah dari harga acuan Disbun Riau senilai Rp3.900 per Kg.

"Ternyata harga di tingkat pabrik sangat jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah, selisihnya cukup tinggi," ungkapnya.

Padahal, jelas politisi PDIP itu, harga TBS kelapa sawit penetapan pekan ini oleh pemerintah melalui Disbun Riau sebesar Rp3.900 pe Kg pada kelompok umur 10 - 20 tahun.

"Temuan kita di lapangan, masih ada PKS yang membeli TBS dengan harga Rp2.080 per Kg, ini kan sangat parah. Tadi temuan yang tertinggi hanya Rp2.300 per Kg, jelas ini sangat merugikan petani," jelasnya.

Berita Sebelumnya:
- Harga TBS Anjlok, Petani Menjerit, Besok DPRD Panggil Seluruh Perusahan Sawit di Pelalawan

Dalam sidak ini, Bupati Zukri menekankan kepada pihak perusahaan untuk meninjau kembali harga beli TBS sawit petani.

"Ketimpangan harga penetapan dengan kondisi di lapangan sangat jauh, menurut saya sudah tidak benar. Kita minta pak kades, pak camat untuk rutin memantau harga dan melaporkannya ke saya," tukasnya, kepada GoRiau.com.

Setidaknya ada empat pabrik kelapa sawit yang disidak oleh Bupati Zukri, yakni PT Mitra Unggul Perkasa (MUP) Desa Segai, PT Mitrasari Prima Desa Segati, PT Peputra Supra Jaya (PSJ) dan PT MUP Desa Penarikan.

Bupati Zukri didampingi Kepala DPMPTSP Pelalawan, Budi Surlani, Pelaksan tugas (Plt) Kepala Disbun Pelalawan, Akhtar dan Camat Langgam, Ari serta PPNS.***