
PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan semak belukar gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, tercatat telah menghanguskan luasan area hingga 969 hektare. Kobaran api yang menyala konstan selama hampir satu bulan terakhir ini menuntut kerja ekstra dari tim gabungan akibat medan yang sulit dan tebalnya lapisan gambut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal menjelaskan bahwa langkah penanganan yang dilakukan personel di lapangan secara bertahap mulai membuahkan hasil terukur.
"Kendati medan terbilang ekstrem, kerja keras pantang menyerah dari tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare titik api di antaranya berhasil dipadamkan dan dilokalisir," urainya, Rabu (26/8/2026).
Kolaborasi Darat dan Operasi Udara
Upaya pemadaman memadukan kekuatan darat dan udara. Ratusan personel lintas sektor terus bahu-membahu menembus titik panas di wilayah tersebut. Dukungan elemen gabungan ini meliputi:
Tebalnya belukar yang mengering dan keterbatasan jalur akses darat mendorong pengerahan Satuan Tugas (Satgas) Udara. Saat ini, operasi udara diperkuat dengan helikopter water bombing yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
"Bom air atau waterbombing dari udara dengan menggunakan helikopter juga kita maksimalkan untuk memperkuat tim darat," paparnya.
Meluas ke 12 Kabupaten dan Kota
Karhutla di Kerumutan merupakan bagian dari gelombang kebakaran yang melanda 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau pada tahun ini. Secara akumulatif, BPBD mencatat total luasan lahan terdampak api di Riau sepanjang periode Januari hingga Agustus telah melebihi angka 16.000 hektare. ***