
PEKANBARU, GORIAU.COM - Majelis guru SMPN 25 Pekanbaru, Kamis (30/1/2014) siang mendatangi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk menyampaikan protes atas pemotongan gaji guna membayar zakat. Mereka keberatan gaji dipotong untuk zakat karena selain tidak tepat sasaran, mereka juga sudah punya peruntukan masing-masing.
Sekitar 30 orang guru-guru SMPN 25 datang ke kantor Disdik Kota Pekanbaru sekitar pukul 13.30 setelah bubar sekolah. Mereka ingin menemui Kadis Pendidikan Zulfadil untuk menyampaikan surat resmi keberatan.
Sayang, mereka gagal berjumpa karena Kadis Pendidikan sedang acara sosialisasi Ujian Nasional. Setelah itu Zulfadil berangkat ke Rumbai untuk mengikuti acara Pramuka bersama Walikota Pekanbaru. ''Ibu-ibu datang saja hari Senin depan,'' kata sekretaris Kadis Pendidikan menyarankan.
Menurut ibu-ibu majelis guru SMPN 25, mereka tidak setuju gaji dipotong untuk zakat karena mereka sudah punya orang-orang yang biasa menerima. Selain itu, mereka juga merasa lebih afdal menyerahkan sendiri dengan ijab kabul. ''Jadi sasaran kami lebih jelas dan terarah,'' ujar mereka.
Sebaliknya, apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pekanbaru tidak tepat sasaran. Sebagaimana diatur agama, yang berhak menerima zakat adalah asnaf delapan. ''Sedangkan di sekolah kami yang diberikan anak-anak berprestasi, bukan yang fakir dan miskin,'' ujar mereka.
Mereka merasa tidak pernah diberitahu akan pemotongan gaji untuk zakat. Surat edaran Walikota juga tidak ada. Tidak ada sosialisasi kepada guru-guru dan pegawai. ''Tiba-tba gaji kami dipotong 2,5 persen untuk zakat sejak September tahun lalu. Namun tidak ada penjelasan sampai sekarang,'' tutur mereka.
Mereka telah berusaha untuk memprotes dan mempertanyakan kepada kepala sekolah. Namun bukan penjelasan yang dapat, justru mereka ditantang untuk menyampaikan ke Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru. Sayang mereka belum dapat bertemu Prof Zulfadil. ''Hari Senin depan kami akan datang lagi,'' ujar mereka. (nti)