DENPASAR – Guru besar Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Bali, Prof MS, ditemukan tewas tergantung dalam rumahnya di Jalan Kerta Winangun II Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali, Senin (28/2/2022) siang.

''Pukul 16.15 Wita, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Sanglah oleh ambulans BPBD Kota Denpasar,'' kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, Senin (28/2) malam, seperti dikutip dari merdeka.com.

Informasi yang diperoleh, ketika anak korban atau saksi berinisial KDY baru datang dari Malang, Jawa Timur, sekitar pukul 05.00 Wita, Senin, mendapati bapaknya masih dalam keadaan sehat.

Kemudian, saksi tertidur dan pukul 12.00 Wita bangun sempat mengobrol dengan korban. Lalu, sekitar pukul 13.30 Wita saksi mendapati korban sudah dalam keadaan gantung diri di ruang keluarga, dengan tali tambang plastik warna biru yang digantungkan di tangga lantai dua rumahnya.

Sementara saksi lainnya menerangkan, sekitar pukul 13.30 Wita, saat saksi menonton TV di rumahnya, tiba-tiba pintu pagar digoyang oleh anak korban sambil menangis dan bilang bahwa bapaknya gantung diri. Mendengar hal tersebut, saksi kemudian keluar rumah untuk minta tolong ke warga sekitar.

''Sepengetahuan saksi bahwa korban orangnya tertutup sempat mengeluh sulit tidur, sering lemas dan saat ini bekerja sebagai dosen di Unud,'' ujarnya.

Kemudian, pada pukul 16.05 Wita, unit identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar tiba di TKP dan melakukan olah TKP dengan hasil, nihil tanda-tanda kekerasan. Dari kemaluan korban keluar air mani, pada telapak kaki sudah membiru dan lidah menjulur terjepit oleh gigi. Pada leher korban ditemukan bekas jerat tali hingga di bawah daun telinga.

''Barang bukti yang diamankan tali tambang plastik warna biru. Saat ini anak korban belum dapat dimintai keterangan karena masih syok atas kematian korban atau bapaknya,'' sambung Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi.***