YOGYAKARTA - Guru besar Statistika Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Rer Nat Dedi Rosadi, memprediksi penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia berakhir pada 29 Mei 2020, ketika jumlah kasus positif terinfeksi 6.174.

Dikutip dari merdeka.com yang melansir Kagama.co pada Kamis (2/4), Dedi mengatakan prediksi matematika dalam menghitung kapan penyebaran Covid-19 berakhir di Indonesia itu dibuat oleh sejumlah pakar. Para pakar itu diantaranya Heribertus Joko (alumni FMIPA UGM) dan Dr Fidelis I Diponegoro yang juga penulis buku Worry Marketing dan alumnus PPRA Lemhanas RI.

Melalui model yang telah dibuatnya bersama para pakar matematika, Dedi optimis merebaknya virus corona akan berakhir di Indonesia pada akhir Mei, dengan jumlah pasien ketika itu diprediksi 6.174 orang.

Probabilistik Data-Driven Model

Model matematika yang telah dibuat Dedi dan dua rekannya sesama ilmuwan matematika itu, dinamakan model probabilistik. Model ini dibuat berdasarkan pada data nyata atau probabilistik data-driven model (PPDM).

Menurut Dedi, data hasil statistik itu perlu disampaikan karena adanya kecenderungan hasil prediksi matematika terhadap penderita Covid-19 yang ia nilai terlalu bombastis dan berlebihan.

Penambahan Maksimal pada Minggu Kedua April

Menurut Dedi, dengan model matematika ini diprediksi penambahan maksimum total penderita Covid-19 setiap harinya terjadi pada minggu kedua Bulan April 2020, yaitu antara 7-11 April.

''Akan terjadi penambahan sebanyak 740 hingga 800 pasien per-empat hari dan jumlah itu akan menurun setelahnya,'' ujar Dedi dilansir dari Kagama.co pada Kamis (2/4).

Pemerintah Perlu Melakukan Intervensi Ketat

Agar prediksi itu benar-benar tepat, Dedi menyarankan agar masyarakat tidak mudik lebaran dan tidak pula menyelenggarakan Shalat Tarawih di masjid selama Ramadhan. Selain itu intervensi ketat perlu dilakukan pemerintah agar wabah Covid-19 tidak menyebar.

Dedi menyarankan bagi pemerintah untuk melakukan parsial lockdown dan pengawasan social distancing yang ketat agar wabah ini benar-benar berakhir pada Juni 2020.

Prediksi Berjalan Sangat Baik

Menurut Dedi, sejauh ini model PPDM dapat memprediksi total penderita Covid-19 dengan sangat baik. Model PPDM memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh model matematika lainnya.

''Total data penderita Covid-19 dapat digambarkan dengan baik menggunakan model ini. pasalnya, meskipun sederhana, akurasi prediksi satu harian ke depan sangat baik,'' ujar Dedi, Kamis (2/4).

Kesalahan Prediksi di Bawah Satu Persen

Menurut Dedi, sejauh ini dalam dua minggu belakangan rata-rata kesalahan prediksi hanya sebesar 1,5 persen. Sementara itu dalam empat hari terakhir sejak Kamis (26/3), model tersebut sangat akurat karena error yang dihasilkan berada di bawah satu persen.

Usai diujikan prediksi selama empat hari terakhir, model ini ternyata sangat akurat dengan kesalahan yang dihasilkan berada di bawah satu persen.

''Error maksimal 0,9 persen dan eror minimalnya 0,18 persen,'' ujar Dedi.***