
PEKANBARU - Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyampaikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Riau 2021 secara online dengan pemerintah pusat dan kepala daerah dari 12 kabupaten/kota serta tokoh masyarakat, Rabu (22/4/2020), di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi.
Syamsuar mengatakan kepada GoRiau.com, meskipun tahun 2020 pembangunan tidak berjalan dengan maksimal karena adanya Covid-19, ia meyakini tahun 2021 bisa merealisasikan pembangunan secara maksimal untuk Riau lebih baik.
"Secara umum pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2019 lebih baik dibandingkan tahun 2018. Dimana 2019, pertumbuhan ekonomi Riau sebesar 2,84 persen, lebih baik daripada 2018 yang hanya 2,34 persen," kata Syamsuar.
Untuk 2021, dikatakan Syamsuar, target pertumbuhan ekonomi Riau diharapkan mencapai 2,93 persen - 3,2 persen. Untuk indikator pembangunan lainnya pada 2019 juga menunjukkan trend lebih baik.
Target Gubernur Riau yang pertama, tingkat kemiskinan menurun 0,31 persen dibandingkan 2018, pada tahun 2021 target pencapaian sebesar 6,62 persen. Kedua, tingkat pengangguran terbuka 2019 sebesar 5,97 persen, lebih baik 0,23 persen, dibandingkan tahun 2018, sedangkan target tingkat pengangguran terbuka tahun 2021 sebesar 5,96 persen.
Yang ketiga, sambung Gubernur Riau, Indeks Gini pada 2019 pencapaian sebesar 0,331 poin. Membaik dibandingkan tahun 2018 sebesar 0,347 poin, dan target pencapaian tahun 2021 adalah 0,284 poin.
Keempat, indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2019 juga menunjukkan capaian yang menggembirakan sebesar 73 Poin. Ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia," ungkap Syamsuar.
Dilanjutkan Syamsuar, IPM terdiri dari 4 komponen penyusun, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) dengan capaian tahun tahun 2019 sebesar 13,4 tahun, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 9,03 tahun, Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) 71,48 tahun dan Pengeluaran Perkapita Per Tahun yang disesuaikan sebesar Rp11.255.000.
"Pencapaian tahun 2019 akan terus ditingkatkan melalui program dan kegiatan yang telah dirumuskan khususnya pada prioritas pembangunan, yakni pengembangan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas dan berdaya saing," jelas Syamsuar. ***