PEKANBARU, GORIAU.COM - Konflik lima desa di perbatasan antara Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu mulai mencapai klimaksnya. Terbukti, dendam sang bupati dari dua wilayah ini malah menimbulkan korban pada 'pionis' yang kini berada di sel tahanan.

Kepolisian Daerah Riau menetapkan lima dari tujuh anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rokan Hulu yang diperiksa beberapa waktu lalu sebagai tersangka provokator bentrok dengan Satpol PP Kabupaten Kampar di desa sengketa. "Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena alat bukti dan saksi-saksi mencukupi," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (31/1/2014).

Sementara dua oknum Satpol PP Rokan Hulu yang juga sempat diperiksa, kata Guntur, dibebaskan karena tidak cukup alat bukti untuk dijadikan sebagai tersangka. "Dua orang itu hanya sebagai saksi. Sudah dimintai keterangannya oleh penyidik," kata dia.

Guntur mengatakan, selain dituduh sebagai provokator bentrok, kelima tersangka itu juga didapat sebagai pelaku perusakan sejumlah kendaraan milik Satpol PP Kampar di Desa Tanah Datar. Desa tersebut merupakan salah satu dari lima desa yang sejauh ini masih bersengketa antara Kabupaten Kampar dengan Rokan Hulu.

Bentrokan antara Satpol PP dari dua kabupaten ini sebelumnya berlangsung pada Rabu (29/1) sore menyebabkan tujuh unit mobil rusak berat dan belasan orang luka-luka.

Peristiwa itu menurut kepolisian dipicu rencana Pemkab Kampar yang hendak mempersiapkan kedatangan Menteri Sosial di Desa Tanah Datar yakni dengan memasang berbagai spanduk dan baliho.

Namun Pemkab Rokan Hulu malah mengirim ratusan anggota Satpol PP ke desa tersebut untuk kemudian mengawal warga dalam mencopoti berbagai spanduk dan baliho tersebut.

Situasi memanas ketika anggota Satpol PP Kempar juga turun ke lokasi kejadi hingga akhirnya bentrokan tak terelakkan.

Kepolisian Resor Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu dengan dibantuk dua pleton pasukan Polda Riau diterjunkan untuk meredam bentrokan itu. "Masih sangat dimungkinkan ada pihak lain yang terlibat atau diduga sebagai provokator bentrok di Desa Tanah Datar," kata AKBP Guntur.(fzr)