
PEKANBARU - Menghasilkan foto terbaik naik memiliki nilai ekonomis, tidak sekedar asal jepret dalam mengambil objek foto. Foto yang dihasilkan harus memiliki makna dan cerita, sehingga indah dilihat.
Materi ini disampaikan Dr. Iwan Zahar, dosen Universitas Malaysia Kelantan yang tampil sebagai narasumber Workshop dan Pembinaan Fotografi 2016 tajaan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung di Balroom Lantai 12 Hotel Pesona Pekanbaru, Sabtu (16/4/2016).
"Foto itu kearah ilusi bisa juga, seperti mimpi, benda mati yang bisa kelihatan hidup. Seperti film hantu boleh juga bisa dibilang kearah fantasi dan suaralis," kata Iwan Zahar.
Putra asli Indonesia yang berkarier di luar negeri ini sendiri mengaku, materi yang diberikan dalam workshop ini terkait fine art. Di mana peserta diajarkan cara menhgambil gambar yang bagus dan indah di pandang mata."Tadi saya berikan materi kepada peserta yaitu seperti naturalisme, suaraliseme, abstrak dan impresionis. Contohnya cara foto kuping supaya besar kelihatan dibanding dengan pemandangan alam atau potret mata dengan perbesar dan bagaimana kucing saat difoto kelihatan besar," kata dia.
Workshop dan Pembinaan ini sendiri dilaksanakan selama tiga hari mulai 15-17 April 2016. Selain materi di dalam kelas, peserta juga diajak ke lapangan dengan berkeliling di Taman Kota Pekanbaru.
"Para peserta diharapkan untuk lebih jeli memilih objek dan kreatif mendapatkan jepretan yang mumpuni selama pelatihan. Mereka semua cukup bersemangat dan gembira saat praktik langsung ke lapangan," kata Kabid Ekonomi Kreatif Disparekraf Riau, Tengku Zul Effendi selaku panitia.
Kegiatan ini, kata Zul, diikuti 48 peserta dari 12 Kabupaten dan Kota. Masing-masing daerah mengirimkan 4 perwakilan. Karya-karya foto hasil pelatihan akan dinilai dan dilombakan oleh pemateri. Hasil karya ini juga ditampilkan dalam pameran yang diselenggarakan di Mal SKA.***