PEKANBARU – Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan serta menjaga kondusivitas sosial di tengah arus modernisasi. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan Halal Bihalal pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (11/04/2026).

Ketua FPKB, Masril Ardi, menekankan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya sekadar wadah berkumpul, melainkan mitra kritis bagi pemerintah. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan penguasa sangat diperlukan agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan rakyat serta menjaga keharmonisan kota.

"Halal Bi Halal ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Di sinilah kita saling memaafkan dan kembali melangkah dengan hati yang bersih," jelas Masril Ardi di hadapan para undangan.

Ia menambahkan, sebutan Kota Bertuah harus dimaknai sebagai doa kolektif agar Pekanbaru tetap bersih, tertib, aman, dan harmonis. FPKB berupaya menjadi motor penggerak yang mengedukasi warga sekaligus menjaga nilai budaya Melayu sebagai identitas daerah yang tidak boleh luntur oleh zaman.

Keterlibatan aktif elemen masyarakat ini juga mendapat perhatian dari pihak pemerintah kota. Kaban Kesbangpol, T Firdaus, SE MSi, yang hadir mewakili Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengakui bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola dinamika pembangunan yang semakin kompleks.

"Pembangunan kota tidak dapat dilakukan secara parsial oleh pemerintah saja. Diperlukan partisipasi aktif serta sinergi dari elemen masyarakat seperti FPKB agar kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," ungkap T Firdaus, SE MSi, saat memberikan sambutan.

Melalui momentum ini, seluruh pihak diajak untuk menjadikan modal sosial dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam merawat persaudaraan. Dengan menjaga kekompakan, Pekanbaru diharapkan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga bermartabat secara sosial dan budaya. ***