PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate Indonesia Provinsi Riau, H Dheni Kurnia mengancam akan membuka paksa Stadion Utama Riau jika KSO pembangunan tidak kunjung membuka stadion tersebut. Pihaknya menilai, KSO tidak punya alasan mengunci stadion itu, karena fasilitas itu merupakan milik masyarakat Riau dan pengerjaannya menggunakan dana ABPD Riau.

Tidak sampai di situ, pihaknya berencana mengajak semua Pengprov cabang olahraga di Riau bersama-sama membongkar paksa kunci stadion utama jika KSO tidak membuka kunci stadion.

“Kalau tidak juga dibuka hingga minggu depan, kami akan membongkar paksa kunci stadion tersebut. FORKI Saya bersama Pengprov yang lain akan ke stadion,” tegas Ketua PWI Riau ini.

Dijelaskan Dheni, utang piutang bisa diselesaikan dengan cara yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Sehingga KSO diminta jangan semena-mena dengan mengunci secara sepihak Stadion Utama Riau. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan marwah Riau.

Bentuk Tim Ahli 

Sementara itu, Gubri Rusli Zainal mengingatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Riau segera menyelesaikan hutang pembangunan Stadion Utama Riau. Selain itu, instansi tersebut juga diminta melakukan inventarisasi persoalan dan mencarikan solusi untuk pembayaran hutang tersebut .

Terkait hal ini, tambah Gubri, pihaknya sudah menandatangani pembentukan tim ahli untuk mencarikan solusi penyelesaian utang Stadion Utama Riau.

“Saya sudah menandatangani ada tim ahli yang dibentuk untuk melakukan apakah namanya audit teknis atau apa pun namanya. Jadi, tidak ada persoalan dalam bangsa ini yang tidak bisa dicarikan solusinya,” ujarnya.

Ketika ditanya terkait rencana KSO yang akan menggugat Pemprov Riau.Gubri mengatakan, dirinya dari awal ingin itu diselesaikan dan Pemprov Riau sudah menganggarkannya. “Kalau ada aturan hukum ya selesaikan dan salah satu solusinya ada tim ahli. Oleh karena itu semua harus dijadwalkan sesuai dengan target,” tambahnya. (hmc)