BANGKINANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kampar dan Pemda Kampar menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggara Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 pada Rapat paripurna DPRD Kampar dengan agenda penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS APBD Kampar Tahun Anggaran 2020 yang diadakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kampar Senin (11/11/2019).

Ketua DPRD Muhammad Faisal, ST, MT yang memimpin dan membuka Rapat paripurna menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH dan Sekda Kampar Drs. Yusri. M. Si beserta perangkat daerah yang telah menyusun bersama Tim Badan Anggaran DPRD Kampar sehingga dapat tersusun Dokumen KUA PPAS ini tepat waktu.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/03122019/2jpg-8515.jpg

''Semoga dengan ditandatangani nota kesepakatan ini dapat mempercepat pembangunan Kabupaten Kampar,'' kata Ketua DPRD Kampar Faisal yang didampingi oleh pimpinan DPRD Kampar serta dihadiri Anggota DPRD Kampar dan para kepala OPD Pemkab Kampar.

Dipaparkan Bupati, untuk Anggaran 2020 ditargetkan sebesar Rp. 2.598 Triliun yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 238.691 Milyar, Dana perimbangan Sebesar Rp. 2.016 Triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 344.18 Milyar. Sedangkan untuk Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp2.649 Triliun. Terjadi defisit lebih kurang Rp.50.224 Milyar yang akan ditutup dengan pembiayaan daerah.

''Dimana di dalamnya terdapat Pendapatan dan Belanja Daerah,'' ucap Bupati.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/03122019/3jpg-8514.jpg

Demikian disampaikan oleh Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH saat diwawancarai, bahwa dengan kesepakatan ini kita berharap seluruh proses dan mekanisme dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

''Sesuai mandatoris, 25 persen dari APBD untuk infrastruktur,'' ujar Catur.

Sementara 20 persen dari APBD diperuntukan untuk Dinas Pendidikan, 10 persen untuk pelayanan kesehatan dan 10 persen untuk dana desa.

Catur mengaku akan terus berusaha untuk berupaya agar dana DAK dapat terus meningkat.

Menurut Catur, peningkatan PAD Kampar dipicu oleh meningkatnya pendapatan pajak retribusi sehingga melebih dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/03122019/4jpg-8513.jpg

Selain itu kata Catur dengan disetujuinya pembahasan ini telah dapat dilakukan penyusunan Rancangan APBD tahun 2020, yang pada akhirnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat.

''Ini merupakan hasil pembahasan dan akhirnya dapat disetujui antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan DPRD Kampar,” sebut Faisal.

Dikatakan Faisal, persetujuan bersama antara DPRD Pemkab Kampar diawali dengan pembahasan anggaran,
rapat komisi, dan rapat banggar dengan komisi dan selanjutnya dilakukan MoU antara DPRD Kampar dengan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Faisal berharap semua agenda pengesahan APBD Kampar 2020 berjalan lancar sesuai dengan jadwal.

''Mudah-mudahan pada 25 November ini APBD sudah ketok palu. Insya Allah,'' ujar Faisal.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/03122019/5jpg-8512.jpg

Dari pembahasan, senada dengan Bupati, kata Faisal, APBD Kampar mengalami kenaikan. Kenaikan ini kata Faisal diaebabkan oleh menongktannya pendapatan dari sektor pajak daerah.

''Dana DAK juga naik,'' imbuhnya.

Dikatkan Faisal, dalam pembahasan RAPBD 2020 pemda akan menganggarkan dana untuk honor MDA-PDTA juga diaanggrakan.

''Honor untuk MDA 500 ribu per bulan sementara untuk madrasah honornya 300 ribu,'' ujar Faisal lagi.

Dijelaskan Faisal, pada APBD 2020 nanti, pemda kampae tidak mengalokasikan dana untuk proyek Multi Years. Semua yan diprioritaskan dalam APbd ini hanya untuk hal-hal yang bersifat reguler.

''Kita priorotaskan jalan dan jembatan yang masih terbengkalai,'' ungkap kader Gerindra ini.

Setelah disetujui Bupati Kampar Bersama ketua dan pimpinan DPRD melakukan penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS APBD Kampar Tahun Anggaran 2020. ***