PEKANBARU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau memanfaatkan ruang publik Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, untuk mendekatkan layanan dan edukasi kesehatan hewan kepada masyarakat. Kegiatan bertajuk “Warga Peternakan dan Pecinta Hewan Menyapa” ini digelar di depan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau.

Mengusung tema “Hewan Sehat, Pangan ASUH, Masyarakat Terlindungi”, kegiatan tersebut menjadi sarana sosialisasi pentingnya kesehatan hewan, keamanan pangan asal hewan, serta pencegahan penyakit zoonosis yang berisiko menular ke manusia.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, organisasi profesi, pelaku UMKM, hingga mitra swasta. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua TP PKK Provinsi Riau Dra. Adrias Hariyanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Riau Herawati Abdi, serta Kepala DPKH Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Selain senam sehat dan pembagian telur serta susu, DPKH Riau membuka layanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan. Layanan ini disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan CFD sebagai ruang interaksi keluarga.

Kepala DPKH Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, vaksinasi rabies merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit yang tidak hanya berdampak pada hewan, tetapi juga kesehatan manusia.

“Kami ingin masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan hewan, tanpa harus datang ke fasilitas khusus. Karena itu, kami hadir langsung di ruang publik seperti CFD,” ujar Mimi, Senin (26/1/2026) siang, melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Menurut Mimi, pihaknya menyiapkan 200 dosis vaksin rabies gratis. Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan CFD membuat tidak seluruh kuota dapat dimanfaatkan.

“Hingga kegiatan berakhir, sebanyak 100 hewan peliharaan berhasil divaksin. Waktu CFD cukup singkat, sehingga pelayanan harus dibatasi agar tetap tertib dan aman,” kata dia.

Selain vaksinasi, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), edukasi zoonosis oleh Program Studi Kesehatan Hewan Universitas Riau, penyuluhan kesejahteraan hewan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta bazar produk UMKM berbasis peternakan.

Mimi menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi pendekatan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang kesehatan hewan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa urusan kesehatan hewan itu luas. Tidak hanya soal vaksin, tetapi juga cara memelihara hewan dengan baik, menjaga pangan asal hewan, dan melindungi kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mengikuti vaksinasi rabies, pemilik hewan cukup menunjukkan kartu identitas. Sementara hewan yang divaksin harus dalam kondisi sehat, berusia minimal tiga bulan, tidak bunting, serta dibawa dengan pengaman yang sesuai.

Melalui kegiatan ini, DPKH Provinsi Riau berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh bahwa kesehatan hewan memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan manusia.

“Hewan yang sehat akan melindungi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Itu yang terus kami dorong melalui kegiatan edukatif seperti ini,” tutup mimi. ***