PEKANBARU - Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning (Unilak) Muhammad Rasyid Abdillah yang sedang menempuh pendidikan S3, Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Manajemen pada College of Management, Da-Yeh University, Taiwan, mendapatkan penghargaan The Phi Tau Phi Scholastic Honor Society of the Republic of China.

The Phi Tau Phi Scholastic Honor Society of the Republic of China ini didirikan oleh seorang Profesor Amerika Joseph H. Ehlers di Peiyang University, China pada tahun 1921. Phi Tau Phi atau Philosophy, Technology, and Physiology yang secara kolektif mewakili semua disiplin ilmu dengan logika dan semangat kinerja. 

Tujuan didirikannya yaitu untuk mendorong penelitian, menghargai prestasi skolastik, dan membentuk ikatan keanggotaan intelektual dan professional. 

Keanggotaan pada “Phi Tau Phi” itu sendiri adalah sebuah tingkat penghargaan tinggi yang dicapai oleh para mahasiswa bachelor (S1), master (S2), dan PhD (S3) yang sedang dan atau akan menyelesaikan studi di Taiwan. 

Ads
Seluruh universitas-universitas di Taiwan dapat merekomendasikan 1 persen dari total mahasiswa bachelor (S1), 3 persen dari total mahasiswa master (S2), dan 10 persen dari total mahasiswa PhD (S3) yang akan menyelesaikan studi untuk mendapatkan The Phi Tau Phi Scholastic Honor Society dengan syarat memiliki academic performance dan moral conduct yang excellent. 

Rasyid yang dihubungi melalui via telepon menjelaskan, bahwa ia direkomendasikan oleh pihak Da-Yeh University Taiwan untuk mendapatkan penghargaan tersebut setelah dilakukannya evaluasi terhadap kinerja akademik selama melaksanakan studi Doktoral di kampus tersebut. 

Memiliki nilai rata-rata yang tinggi pada setiap mata kuliah yang diambil, selama melaksanakan pendidikan Rasyid telah menghasilkan tiga artikel yang telah publikasi pada Jurnal Internasional dan enam Paper yang sudah dan akan dipersentasikan pada International dan National Conference di Taiwan, Indonesia, dan Singapura. 

Ia menuturkan, penghargaan yang telah di raih ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Unilak ketika salah satu dosennya yang sedang melanjutkan studi di Tawian mendapatkan prestasi.

Walaupun penghargaan tersebut telah diterima pada 11 Juni 2019 lalu, baginya penghargaan ini sangat bermanfaat.

"Penghargaan ini sangat bermanfaat, terlebih menjadi anggota dalam sebuah komunitas akan mendapatkan perkembangan keilmuan, dan mendapatkan prioritas mengajukan beasiswa ke pemerintah Taiwan apabila melanjutkan Study, serta pengajuan dana dan anggaran ke pemerintah Taiwan yang bersifat pengembangan keilmuan seperti riset, pertemuan tahunan ilmiah para Ilmuan dan lain lain," jelas Rasyid. ***