PEKANBARU - Dosen Ilmu Komunikasi UIN Riau, Alfriandi meyakini, pada pertarungan Pileg 2019, anak-anak muda Riau lebih berpeluang duduk di Senayan.

Pasalanya kata Alfiandi, ratusan caleg saat ini rata-rata berusia antara 21-35 tahun alias milenial. "Jika Caleg ini merakyat, tentu yang muda bisa kalahkan calon senior, bahkan incumbent sekalipun," ujarnya kepada GoNews.co, Minggu (31/3/2019) malam.

Berdasarkan data riset Formappi Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) dengan merujuk data KPU kata dia, sebanyak 21 persen atau 930 caleg untuk kursi DPR RI berusia antara 21-35 tahun.

Sementara, 68 persen atau 3.013 caleg berusia 36-59 tahun.

Ads
"Sedangkan caleg berusia 60 tahun ke atas justru jumlahnya sedikit, cuma 11 persen atau 499 caleg," tandasnya.

Adapun parpol yang paling banyak mengusung caleg milenial menurutnya, adalah PSI sebanyak 240 caleg, PPP 142 caleg, dan Gerindra 98 caleg.

Parpol paling banyak caleg berusia produktif adalah PKS 392 caleg, PAN 383 caleg dan Golkar 367 caleg.

"Ini menandakan proses regenerasi politik di Indonesia tengah berjalan. Caleg muda ini akan face to face dengan para politisi senior, petahana maupun tokoh-tokoh masyarakat di dapilnya," tukasnya.

Dengan demikian kata dia, kondisi itu tidak menutup kemungkinan yang akan duduk menjadi wakil rakyat adalah caleg muda.

"Saya menilai, peluang caleg milenial untuk terpilih terbuka lebar. Syaratnya, para caleg muda itu bisa menerapkan strategi dan menentukan sasaran tepat di masa kampanye," ujarnya.

Caleg muda kata dia, tentunya akan lebih humble untuk dekat dengan masyarakatnya. Karena caleg muda akan sangat kreatif dalam berfiikir, dan paham alur supaya dekat dengan masyarakat.

Mantan Ketua KPU Pekanbar itu juga mengimbau, agar masyarakat Riau, dapat memilih calon-calon wakilnya di DPR dengan calon yang masih muda.

"Saya mengajak kepada masyarakat Riau, ini sudah saatnya kita memilih anggota dewan dari usia muda. Karena mereka lebih kreatif, Inovatif dan energik. Apalagi mereka yang sudah mandiri dan mapan secara ekonominya," ajaknya.

"Karena pengalaman saja tidak cukup, tetapi juga harus lebih semangat untuk menjadi seorang visioner yang akan mewakili rakyatnya," pungkasnya.***