JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD) Jenderal Andika Perkasa mendatangi Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat ( Secapa AD) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/7/202).

Kedatangan Andika bersama jajaran TNI AD lainnya untuk memantau kondisi para siswa yang dinyatakan positif Covid-19. Dari live streaming yang disiarkan akun YouTube TNI AD, Andika mengawali kunjungannya dengan menanyakan kondisi dari para siswa yang terinfeksi corona.

Andika menunjuk secara acak siswa untuk menjelaskan kondisinya selama terjangkit Covid-19. "Zaskia, apa yang dirasakan setelah dinyatakan positif Covid?" ujar Andika kepada siswa bernama Zaskia.

Zaskia menjelaskan hingga kini dia tidak merasakan apa pun. Secara fisik kondisinya baik. "Yang dirasakan adalah kami merasa sehat, tidak ada keluhan flu dan demam," ujar Zaskia.

Siswa lainnya, Dede menuturkan hal senada. Namun, Dede merasa sedih karena dinyatakan terjangkit virus tersebut. "Kami rasakan, pertama kami tidak mengalami keluhan pilek, batuk, maupun flu. Kami merasa bersedih dinyatakan positif," ujar Dede.
Kepada seluruh siswa, Andika memberikan motivasi bahwa mereka bisa sembuh. Hal ini didukung dengan dokter yang disediakan, ruang perawatan, asupan makanan, serta disiplin yang diterapkan.

Kepada awak media saat konferensi pers, Andika menegaskan bahwa para siswa yang terjangkit Covid dalam keadaan baik. "Secara umum mereka semua dalam keadaan baik," kata Andika saat konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung.
Dijelaskannya, data terbaru pasien positif Covid-19 di Secapa AD berjumlah 1.280, yang terdiri dari 991 perwira siswa, dan 289 staf atau anggota serta keluarga dari Secapa AD. "Terhitung ada enam anggota keluarga di antara 289 itu," jelas Andika.

Selain Secapa AD, Andika juga akan bertolak ke Cimahi untuk melihat ratusan prajurit yang juga positif Covid-19 di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom).

Dia merinci ada 101 orang yang terifeksi Covid, yang terdiri dari 25 staf dan anggota Pusdikpom, serta 76 siswa.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, klaster Secapa AD langsung ditangani Mabes TNI. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar hanya akan menangani potensi penyebaran di luar klaster.

Hingga saat ini Gugus Tugas Jabar masih melacak kontak dan mendata keluarga yang terpapar Covid-19 dari klaster Secapa AD . Emil menjelaskan klaster Secapa AD tidak akan membebani ketersediaan ruang inap di rumah sakit di Jabar. Sebab, mayoritas yang terpapar masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).***