PEKANBARU - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau diharapkan bisa menjadi universitas terkemuka di kawasan Asia. Sebab, posisi kampus ini berada di provinsi yang berbatasan langsung dengan negara luar.

"Posisi UIN Suska Riau ini sangat strategis karena berdekatan dengan beberapa negara tetangga. Ini harus menjadi nilai tawar dari pihak rektorat UIN Suska Riau kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian lebih besar," kata Achmad usai mengunjungi kampus madani tersebut, Selasa (10/8/2021).

UIN Suska, kata Achmad, merupakan harus bisa menjadi kampus bertaraf internasional, dan satu-satunya cara adalah meningkatkan kualitas kampus. Dengan begitu, kampus akan menciptakan kaum intelektual berbasis agama.

Politisi Demokrat ini masih ingat bagaimana dulu antusiasnya para pelajar dari Malaysia yang ingin belajar ke Riau.

"Sekarang sudah berkurang mungkin karena sarana prasarana atau karena kurangnya inovasi kampus sehingga antusias pelajar dari luar juga tidak seperti dulu," tambahnya.

Sebagai Anggota DPR RI yang bermitra langsung dengan Kementerian Agama, Mantan Bupati Rokan Hulu dua periode ini mengaku siap pasang badan untuk memperjuangkan peningkatan sarana dan prasarana kampus.

Achmad menyatakan siap mendukung dan memperjuangkan visi dan misi tersebut dan mengajak pimpinan universitas tidak ragu-ragu untuk berjuang untuk mencapainya. 

GoRiau

"Kita harus punya mimpi dan target yang tinggi, jangan takut, asal gigih kita memperjuangkannya, nanti luluh juga orang pusat itu. Saya siap mendukung dan memperjuangkannya, karena itu buatlah proposal yang jelas dan lengkap agar pusat tahu apa yang kita rencanakan," kaya Achmad.

Kehadiran Ahmad disambut Rektor UIN Suska Riau Khairunnas dan para Wakil Rektor, Ketua Senat Universitas, para Dekan dan kepala lembaga di universitas tersebut.

Turut hadir mendampingi Anggota DPR RI tersebut, Ketua Komisi V DPRD Riau yang membidangi masalah Pendidikan dan Kesra, Eddy A Muhammad Yatim dan anggota Komisi V, Zulkifli Indra. 

Dalam silaturahmi dengan jajaran pimpinan universitas dan fakultas di UIN Suska Riau tersebut juga diwarnai dialog dan penyampaian aspirasi. 

Di antara aspirasi yang disampaikan dekan dan pimpinan lembaga adalah kondisi Masjid UIN Suska Riau yang masih belum selesai pembangunannya serta keberadaan psikologi center untuk para korban Covid-19 di Riau.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau, Hairunnas Rajab, mengatakan, acara silaturahmi dan koordinasi ini sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari namun sempat tertunda akibat kebijakan PSBB dan PPKM. 

Meski pada minggu ini PPKM kembali diperpanjang pemerintah, pertemuan tersebut diputuskan tetap dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Rektor UIN Suska Riau menyambut dengan gembira kehadiran Anggota DPR RI Dapil Riau tersebut karena diharapkan dapat menyalurkan aspirasi dan harapan civitas akademika. 

Dijelaskannya, saat ini UIN Suska menjadi perguruan tinggi yang sangat diminati saat ini. Tak heran jika saat ini jumlah mahasiswa yang mendaftar sudah masuk kategori over load.

Karena itu, saat ini UIN Suska Riau menghadapi masalah kekurangan ruang belajar serta sarana prasarana bagi mahasiswa serta dosen.

Kami akan sangat berterima kasih sekali jika Pak Achmad dapat membantu mewujudkan penambahan 100 ruang kelas," harapnya.

Sebagai informasi, perhatian Achmad kepada UIN Suska bukan kali ini saja, beberapa bulan yang lalu Achmad secara tegas mengadukan berbagai persoalan di kampus UIN Suska kepada Kementerian Agama. Hingga akhirnya, Rektor UIN Suska kala itu, Akhmad Mujahidin diberhentikan oleh Kemenag. ***