
PEKANBARU - Dinas Sosial (Dissos) Kota Pekanbaru menemukan setidaknya 38 orang yang terlantar sejak awal tahun 2022. Kepala Dissos Kota Pekanbaru, Idrus mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim reaksi cepat (TRC) untuk penanganan orang-orang ini, terutama saat memasuki bulan Ramadhan.
"Sejak Januari hingga Maret 2022, kita menemukan 38 orang yang terlantar, dan 9 orang diantaranya lanjut usia. Kita upayakan melayani mereka dengan maksimal," ujarnya, Minggu (3/4/2022).
Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan adanya orang-orang terlantar tersebut. Diantaranya, kasus penipuan pekerjaan atau lowongan kerja (Loker) palsu, kehabisan ongkos, mengidap penyakit hingga keluarganya tidak mau menerima lagi.
"Yang paling sering itu karena penipuan dan kehabisan ongkos," jelasnya.
Menurutnya, Dissos Pekanbaru berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti, Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Jiwa, Badan Amil Zakat Nasional Daerah Pekanbaru, Panti Jompo Milik Pemerintah hingga merujuk reunifikasi (pemulangan) melalui Dinas Sosial Provinsi Riau.
"Jika orang ini mengidap penyakit akan kita rujuk ke rumah sakit hingga sembuh terlebih dahulu baru kita lacak keberadaan keluarganya dan kita pulangkan melalui Dinas Sosial Provinsi Riau," terangnya.
Idrus berharap penanganan orang-orang terlantar ini tidak hanya dilakukan sendirian oleh Dinas Sosial. Ia berharap dukungan dari semua instansi terkait. ***