PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pelalawan akan meninjau langsung kerusakan hutan bakau di Pulau Untut, Desa Labuhan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti. Peninjauan dimaksudkan untuk memastikan sejauh mana kerusakan yang terjadi terhadap hutan bakau di Pulau Untut.

"Apapun itu, yang namanya hutan bakau harus kita lindungi. Dalam minggu ini kita akan turunkan tim untuk turun kelapangan guna memastikan kebenarannya," terang Kepala Dishutbun Pelalawan, Hambali, Senin (19/1/2015).

Dikatakan Hambali, jika terbukti ada unsur pengerusakan lingkungan terhadap hutan bakau di Pulau Untut, perusahaan yang bersangkutan akan diminta untuk bertanggung jawab.

"Kalau memang benar terbukti, kita minta perusahaan bersangkutan untuk bertanggung jawab. Akan kita lihat tingkat kerusakannya," katanya.

Saat ditanya sanksi apa yang akan diberikan terhadap perusahaan terkait jika terbukti melakukan perusakan lingkungan, Hambali menyatakan jika pihaknya akan melihat dan mendalami dulu persoalannya.

"Untuk sanksi, tentu nanti akan kita lihat dulu mekanismenya," tandasnya.

Pada pemberitaan di GoRiau.com sebelumnya, kapal tongkang milik PT Arara Abadi dituding sebagai perusak pohon bakau yang ada di Pulau Untut, Desa Labuhan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti.

Pasalnya, kapal-kapal tongkang milik perusahaan tersebut menggunakan pepohonan yang ada di bibir pulau sebagai tempat bertambat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Labubahn Bilik, Sudirman Ali, Jumat (16/1/2015) lalu. Dikatakannya, seharusnya perusahaan membuat tempat tambatan dari besi untuk kapal tongkang miliknya, bukan bertambat dipepohonan yang ada di Pulau Untut.

"Kami dari pemerintah desa sudah menegur secara lisan, bahkan kami juga telah menyurati perusuhaan tersebut melalui humas terkait. Tapi sampai saat ini tidak ada respon atau tanggap sama sekali," ungkap Sudirman, seraya menegaskan bahwa tidak adanya respon itu bukti tidak adanya kesadaran PT Arara Abadi terhadap Pulau Untut.

Dijelaskan Sudirman, pepohonan yang berada di bibir Pulau Untut banyak yang mati dan tumbang. Padahal pulau tersebut merupakan bagian dari kekayaan alam bagi Desa Labuhan Bilik.

"Untuk jenis pohon yang ada di pulau itu seperti Bakau, Api-api, Langgadai dan Tumuh, namun yang dialami saat ini pohon-pohon di tepi pulau itu banyak tumbang dan mati. Selain itu, terjadi pengikisan pantai dan tebing di Pulau Untut karena selalu longsor," jelas Sudirman.(***)