PEKANBARU, GORIAU.COM - Menuju kota metropolitan membuat Pekanbaru jadi berubah total termasuk dalam sisi lalu lintas. Bertambahnya ruas jalan, daya tampung jalan yang semakin terbatas dan perubahan konsentrasi penduduk, membuat Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru harus menata kembali sistem lalu lintas yang sudah ada.

''Kita akan tata ulang sistem lalu lintas di Kota Pekanbaru. Pekanbaru perlu manajemen baru yang bisa mengatasi persoalan macet dan juga meningkatkan ketertiban dalam berlalu lintas,'' ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Dedi Gusriadi. 

Dedi menjelaskan, bertambahnya sarana dan prasarana lalu lintas di Kota Bertuah merupakan suatu hal yang patut disyukuri, namun jika tidak terkelola dengan baik, justru bisa menjadi masalah baru bagi kota yang berpenduduk hampir 1 juta jiwa ini.

Dishubkominfo sudah melakukan rapat secara koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatur manajemen jalan lalu lintas di Kota Pekanbaru. Instansi yang diajak untuk urung rembuk adalah Satlantas Polresta Pekanbaru, Dinas Perhubungan Riau, dan juga Dinas Pekerjaan Umum Pekanbaru serta Riau.

''Kita juga membentuk tim untuk melakukan survei di lapangan, dan beberapa hasil survei diantaranya ada sejumlah titik kemacetan, terutama pagi hari, siang hari dan sore hari atau saat aktivitas sedang sibuk. Ini disebab volume kendaraan meningkat,'' katanya.

Persoalan yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan kondisi jalan seperti di Jalan Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Hang Tuah, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Soekarno Hatta tepat disimpang Arengka, Jalan HR Soebrantas, Jalan A Yani, serta titik lainnya. (rdi)