JAKARTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur mengalami kerusakan imbas gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11) siang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan akibat gempa itu, sejumlah bangunan mengalami rusak sedang hingga berat. "Pusdalops mendapatkan laporan satu pondok pesantren rusak berat dan RSUD Cianjur rusak sedang," kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/11).

Selain itu, Abdul mengatakan pihak berwenang masih mengidentifikasi kerusakan dua gedung pemerintah, tiga gedung fasilitas pendidikan, dan satu tempat ibadah. Abdul menambahkan sebanyak tujuh rumah di Kabupaten Cianjur juga rusak berat akibat gempa bumi tersebut.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan berdasarkan kajian inaRISK, sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. "BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi," ungkap Abdul.

"Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali. Pastikan tidak ada kerusakan struktur seperti kerusakan tiang rumah, kuda-kuda atap, dan kerusakan struktur lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11). Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 6,84 Lintang Selatan -107.05 Bujur Timur.

Gempa juga dirasakan masyarakat di kawasan Jabodetabek. Getaran gempat membuat sejumlah gedung perkantoran berguncang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir akibat gempa yang memiliki kedalaman 10 kilometer itu tak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, BMKG memperingatkan kemungkinan terjadi gempa susulan.***