
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Sejak tiga hari terakhir, ikan mati bergelimpangan di Sungai Siak, tepatnya Dusun Sigintil Desa Teluk Rimba Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak, Riau. Kuat dugaan, ikan tersebut mati karena pencemaran limbah pabrik yang beroperasi di sepanjang Sungai Siak.
Untuk itu, Senin (10/2/2014) siang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak langsung meninjau lokasi, guna memastikan penyebab matinya ikan-ikan tersebut.
"Setelah mendapat laporan dari warga, kami langsung melakukan pengecekan terhadap air sungai," ujar Kepala Sub Bidang Pencemaran Ardayani kepada GoRiau.com. Menurutnya, BLH sendiri sudah memasang alat Pemantau Kualitas Air sejak beberapa tahun lalu.
Dari alat tersebut, diketahui kadar Dissolved Oxygen (DO) atau Oksigen Terlarut di Sungai Siak sekitar Dusun Sigintil sangat rendah. Padahal, menurut Ardayani seharusnya DO tersebut sangat tinggi. "Ini menandakan tingginya aktivitas yang membutuhkan oksigen yang banyak," jelasnya.
"Sangat banyak bakteri yang beraktivitas di dalam air, sehingga oksigen tidak cukup untuk ikan-ikan," lanjut Ardayani.
Dikatakan Ardayani, BLH sudah mengambil sampel air sungai tempat ikan mati. Air tersebut akan diuji di laboratorium guna memastikan jenis bakteri dan sumbernya dari mana. "Sepertinya limbah pabrik tersebut belum siap dibuang, namun sudah dibuang ke sungai," katanya.
"Dulu pernah juga kejadian seperti ini, setelah diuji sampelnya, ternyata air tersebut banyak mengandung Sulfur," jelas Ardayani.
Dalam tinjauan tersebut, Ardayani mendampingi Kabid Pengendalian bersama dengan Kasubbid Pengawasan. Selain BLH, ada juga pihak kecamatan yang dalam hal ini langsung Camat Koto Gasib, Syafrizal, S.Sos.(san)