
SELATPANJANG - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim mengaku malu setelah mendengar pengakuan Kadis Soial Asroruddin. Pengakuan itu menyangkut tidak adanya anggaran untuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).
Sebelumnya, saat pengukuhan gugus tugas P2TP2A Kepulauan Meranti, Selasa (6/12/2017) di Gedung Oren Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Asroruddin menyampaikan masalah dana. Kata Asroruddin, sejauh ini Tim P2TP2A bekerja secara gotong royong. Sebab, beberapa biaya yang dikeluarkan memang harus dicari karena tidak ada di DPA.
"Kami apresiasi ke penegak hukum, polis, jaksa, dan tim lain yang telah kerja tanpa pamrih. Pegawai Dissos kadang sampai 24 jam tak tidur," kata Asroruddin.
"Apalagi kasus di luar Tebingtinggi. Keluarganya datang, kami tanggung biayanya, itu tak ada dalam DPA," tambah Asroruddin.
Rupanya, mendengar pengakuan seperti itu, Drs Said Hasyim merasa malu. Apalagi penyampaian Asroruddin di depan Waka Polres Asrizal Asri, pihak Kejari, pihak Pengadilan Agama, dan bebera undangan lainnya.
Said Hasyim malah mempertanyakan kepana sampai dana P2TP2A tidak ada. Kalau pun dicoret di Bappeda, Said Hasyim menyayangkan kenapa sampai tak ada laporan ke dirinya ataupun ke Bupati Drs H Irwan MSi.
"Kenapa sampai tidak dianggarkan, dimana letak salahnya. Ini prinsip, ini masalah penting. Segera susun DPA, kalau menemui kendala (dicoret, red) lapor ke saya atau ke bupati," kata Said Hasyim.
"Ini penting, katanya perempuan tiang negara, tiang rumah tangga. Malu kita sempat tidak anggaran untuk P2TP2A ini," kata Said Hasyim lagi. ***