PEKANBARU - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (Unri) menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan kebijakan pungutan liar (pungli) dana ketahanan energi yang dianggap menciderai hati rakyat Indonesia.

Puluhan massa ini gerah dengan kebijakan pemerintah yang tidak henti-hentinya memeras rakyat dengan berbagai cara. Baru-baru ini, pemerintah melalui Menteri ESDM, Sudirman Said mengumumkan akan melakukan penurunan harga BBM pada tanggal 5 Januari 2016, esok hari.

Namun, kebijakan ini tidak serta merta meringankan penderitaan rakyat, malah dinilai semakin mencekik perekonomian rakyat melalui pungli dana ketahanan energi yang dianggap tidak memiliki norma dan dasar hukum yang jelas, yakni memungut Rp200 untuk premium dan Rp300 untuk solar.

"Kami menolak diam, kami menentang kebijakkan yang berasas penindasan tersebut," teriak koordinator lapangan BEM Unri Faizal Indra Rangkuti diselingi instruksi menyanyikan lagu Darah Juang, Senin (4/1/2016) di Tugu Zapin.

Melalui aksi unjuk rasa ini, massa juga mendesak aktivis-aktivis yang ada di Indonesia untuk ikut serta turun ke jalan atas nama kepentingan rakyat.

"Kami segenap keluarga besar BEM Unri memanggil aktivitis-aktivis dan BEM se Indonesia untuk bersatu dan bersumpah untuk menolak pungli dana ketahanan energi," teriak Korlap Unri tersebut.

Massa yang saat ini menduduki bundaran Tugu Zapin, Jalan Sudirman Pekanbaru terus meneriakkan tuntutannya. Mereka menututkan kebijakan pungli yang dianggap lebih kejam dari rezim sebelumnya tersebut segera dibatalkan.

"Kembalikan subsidi rakyat, jangan jadikan rakyat kecil sebagai tumbal pak," teriak Presiden Mahasiswa Unri, Andres Pransiska. ***