PEKANBARU - Mantan Relawan Prabowo Subianto, Brigade 08 bereaksi keras menanggapi adanya sekolompok anak muda yang menolak deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Riau.

Ketua Brigade 08 Riau, Lee Chen Lung, mengatakan, dirinya mempertanyakan dasar penolakan deklarasi KAMI di Riau, karena menurutnya rencana deklarasi KaMI sesuai dengan empat Konsensus berbangsa dan bernegara.

Empat konsensus yang dia maksud adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Berpedoman dengan hukum dan undang-undang KAMI itu layak didukung oleh semua pihak baik dari pemerintah maupun dari partai ataupun antar golongan kelompok ormas dan seluruh anak bangsa yang mencintai keutuhan bangsa," kata Lee kepada GoRiau.com, Senin (12/10/2020).

Brigade 08, lanjutnya, sudah mengkaji semua problematika politik di tanah air saat ini. Diakui dia, kondisi politik sekarang memang sedang tidak kondusif dan KAMI hadir untuk mengatasi itu.

"Dengan adanya gerakan KAMI itu, seharusnya di dukung sepenuhnya agar pertahanan bangsa bisa hidup di tengah problem bangsa saat ini. Brigade 08 Riau mengharapkan kepada gerakan penolakan KAMI untuk sadar kondisi bangsa saat ini," ujarnya.

"Mari kita begandegan tangan jika tujuannya sama-sama untuk menjaga bangsa ini, terkhususnya bumi melayu Riau. Sebagai orang Riau kita punya budaya berdiskusi sebelum   beraksi," tutupnya.

Sebelumnya, Koordinator Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai, Fandi mengatakan, pihaknya menilai deklarasi KAMI akan berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah warga Riau yang majemuk serta harmonis, apalagi saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19.


Dia menegaskan, pihaknya menolak deklarasi ataupun kehadiran KAMI di Riau karena dikhawatirkan dapat memecah-belah masyarakat Riau yang saat ini sedang berjuang bersama melawan Covid-19.

"Telah terjadinya penolakan terhadap KAMI di berbagai daerah harusnya menjadi jawaban bahwa masyarakat tidak mau lagi dibodohi oleh tokoh-tokoh yang haus akan jabatan seperti Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan lainnya dengan berkedok demokrasi dan kebebasan berpendapat. Apalagi KAMI mau deklarasi di Riau, ini sangat ditolak oleh Pemuda Riau yang sangat mencintai Riau yang damai dalam kemajemukan," katanya kepada GoRiau.com.

"Bila nantinya KAMI tetap hadir di Riau dalam bentuk apapun, Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai akan mengusir secara paksa," pungkas Fandi saat menutup Konferensi Pers.***