JAKARTA, GORIAU.COM - Bergoyangnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang menyebabkan penurunan penerimaan daerah penghasil minyak khususnya Riau dan beberapa kabupaten telah membuat perekonomian Riau mengalami perubahan yang mendasar. Pasalnya, DBH selama ini sudah menjadi penghasilan pokok bagi pemerintah daerah.

Meski begitu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman yakin, Riau mampu mengatasi persoalan penurunan penerimaan ini. Salah satunya dengan menggali dan mendata kembali potensi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baik untuk perusahaan maupun pribadi.

''Kita sudah tugaskan dinas-dinas untuk menggali potensi pendapatan daerah, salah satunya PBB,'' ujar Arsyadjuliandi Rahman.

''Nantinya akan dilakukan pendataan ulang lagi terhadap perusahaan-perusahaan maupun milik perorangan yang secara administrasi belum terekam atau terdaftar baik di pemerintahan maupun di kantor PBB,'' kata Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat menghadiri Halal Bihalal PMRJ kemarin, Jakarta, Senin (3/8/2015).

Turut dihadiri Bupati Kabupaten Rokan Hilir H Suyatno, Kepala Badan Penghubung Riau Doni Aprialdi, Anggota DPR RI asal Riau Tabrani Maamun, Masyarakat dan Mahasiswa Riau di Jakarta. (ari)