JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara membangun mekanisme perlindungan risiko ketat guna memastikan aktivitas investasi tidak mengganggu kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Langkah strategis berupa pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi ini sengaja diterapkan sejak awal pembentukan lembaga.

Desain institusi baru tersebut dirancang secara matang untuk membentengi korporasi milik negara yang menjadi fondasi utama Danantara Indonesia.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria menjelaskan bahwa skema penataan ini membuat lembaga memiliki dua fungsi berbeda yang saling melengkapi di lapangan.

"Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu ada dua, Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya," kata Dony di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Mekanisme Proteksi Kekayaan Negara

Langkah memecah lini operasional ini dinilai krusial untuk mengantisipasi dinamika pasar global. Kebijakan kehati-hatian tersebut mengacu pada beberapa pertimbangan utama:

  • * Isolasi Risiko: Pemisahan fungsi mengamankan aset-aset BUMN yang dikelola agar tidak terkena dampak langsung dari risiko aktivitas investasi.
  • * Indikator Keberlanjutan: Daya tahan bisnis Danantara ke depan sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan perusahaan-perusahaan negara di dalam portofolio.
  • * Sumber Dana Produktif: Modal yang dipakai bergerak di sektor investasi bukan diambil dari aset pokok BUMN, melainkan memanfaatkan hasil keuntungan bersih.

"(Aset) yang diinvestasikan adalah dividen. Dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management itu selanjutnya diinvestasikan untuk hal yang produktif seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi kita," terangnya.

Komitmen Tata Kelola Transparan

Di tengah besarnya sorotan publik terhadap tata kelola BUMN dan pemanfaatan aset negara, manajemen Danantara memandang edukasi mengenai struktur lembaga ini sangat krusial bagi masyarakat luas.

Pemisahan peran tersebut perlu diuraikan agar publik memahami secara utuh landasan berpikir pemerintah, arah pengelolaan, serta tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.

Dony menandaskan bahwa komitmen penerapan keandalan tata kelola (governance) dalam tubuh perusahaan negara wajib dijalankan dengan benar. Melalui fondasi kokoh itu, Danantara diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian. ***