PEKANBARU - Sedikitnya delapan hotel dan satu restoran di Pekanbaru terpaksa tutup sementara akibat dari dihantam Virus Corona (Covid-19) yang hingga saat ini masih terus menjadi wabah yang mematikan.

''Ada 362 karyawan yang dirumahkan berdasarkan dari informasi saya terima, dan dalam perjanjian dengan pihak manajemen bahwa untuk gaji akan tetap dikeluarkan, namun ada yang gajinya penuh ada juga yang tidak," ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Ir Nofrizal, Senin (6/4/2020).

Nofrizal juga merincikan bahwa 362 karyawan tersebut berasal dari Hotel Royal Asnof 43 karyawan, SKA Conventions & Exhibition 57 karyawan, Prime Park 78 karyawan, Hotel Amaris 26 karyawan. Selanjutnya Hotel Grand Madina 14 karyawan, Hotel Oase 12 karyawan, Hotel Winstar 31 karyawan, Hotel Grand Suka 63 karyawan dan terakhir Sultan Resto sebanyak 38 karyawan

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru ini juga menjelaskan bahwa hotel dan juga restoran tersebut ditutup dikarenakan untuk menghindari biaya operasional yang terlalu tinggi, hal tersebut mengingat karena rata-rata hotel di Pekanbaru saat ini memiliki okupansi atau tingkat hunian tidak sampai 10%.

"Bukan hanya tingkat hunian yang rendah, berbagai event yang sudah disiapkan jauh-jauh hari juga terpaksa dibatalkan dikarena pandemi Covid-19," jelasnya lagi.

Ketika disinggung terkait Tunjangan Hari Raya (THR) untuk para karyawan yang dirumahkan, Nofrizal belum bisa memberikan jawaban, mengingat hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah nantinya.

"Kalau THR kita tunggu kebijakan dari pemerintah, namun gajinya akan diakomodir," pungkasnya. (don)