
PEKANBARU, GORIAU.COM - Empat kawanan jambret sadis sekaligus pelaku Curanmor (Pencurian kendaraan bermotor,red), diduga sudah lihai dalam beraksi. Satu hari saja, para pelaku bisa menjambret dua hingga tiga orang korbannya. Hasil kejahatan mereka gunakan untuk berfoya-foya.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Limapuluh, Kompol Dalizon, didampingi Kanit Reskrim AKP Arry Prasetyo, Rabu (10/6/2015) menjelaskan, selama beraksi, hasil rampasan para kawanan ini bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta Rupiah. Sedangkan untuk benda berharga, mereka jual kepada seorang penadah yang kini jadi buronan Kepolisian.
"Uang hasil menjambret mereka gunakan untuk berfoya-foya. Lalu hasil Curanmor, sebagian dijual ke penadah, dan sisanya disimpan di tempat persembunyian mereka di daerah Tampan. Kadang satu hari mereka dapat ratusan ribu, dan pernah juga dapat Rp35 juta," beber Kompol Dalizon.
Kurun waktu empat bulan saja (Maret s/d Juni), kawanan ini tercatat sudah beraksi di 33 lokasi di Pekanbaru, dimana sebagian korban sudah ada yang melapor ke Polisi. "Semua laporan ini kita data, dan hubungi pihak korban sesuai plat nomor kendaraan, dan KTP yang kita temukan," katanya.
Sebelum ditangkap polisi pada 8 Juni 2015 lusa, empat pelaku kerap berpindah-pindah, dengan tujuan menghilangkan jejak. Meski demikian, polisi akhirnya berhasil mengendus salahsatu diantaranya yakni SDM (otak pelaku), yang bersembunyi di wilayah Limapuluh. Satu hari usai meringkus SDM, aparat lalu mengamankan tiga kawanan lainnya di beberapa lokasi berbeda.
Keempat penjahat sadis ini adalah SDM (residivis), MHN (residivis), NM dan FA. Untuk SDM, polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di betis kiri, lantaran berusaha melarikan diri saat akan diamankan. "Lokasi main mereka di Tampan, Bukit Raya, Payung Sekaki, Rumbai dan Limapuluh," tukas Kompol Dalizon. (had)