
PEKANBARU, GORIAU.COM - Bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru, Riau, sejak beberapa pekan terakhir memberi dampak negatif bagi lingkingan dan warga yang berada di 12 kecamatan. Sebagian diantaranya korban bencana itu bahkan mulai terserang penyakit akibat kekurangan air bersih.
Untuk itu pula, PT Chevron Pasific Indonesia dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) menyalurkan bantuan air bersih untuk sebanyak 800 keluarga korban banjir di Pekanbaru, Riau.
"Banjir kembali melanda Provinsi Riau. Luapan sungai Siak hingga saat ini masih membanjiri pemukiman warga di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir," Manager Komunikasi Chevron Wilayah Riau, Tiva Permata kepada wartawan lewat pesan elektronik yang diterima, Rabu siang (18/12/2013).
Untuk membantu warga mengatasi dampak banjir ini, kata dia, SKK Migas dan Chevron memberikan bantuan air bersih bagi 800 kepala keluarga dan dua tenda tempat mengungsi sementara bagi masyarakat yang tidak mungkin menempati rumahnya.
Amrisal Amir selaku Community Engagement Chevron berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban banjir. "Aksi solidaritas ini rutin dilaksanakan SKK Migas dan Chevron mengingat banjir sudah terjadi berulang kali," kata Amrisal.
Dalam menanggulangi bencana banjir di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir, kata dia, SKK Migas dan Chevron berkontribusi dengan menyediakan delapan tangki air bersih di beberapa titik lokasi banjir yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti air minum dan memasak. "Chevron menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit yang timbul pasca banjir seperti demam berdarah, penyakit kulit, diare, dan sebagainya," kata dia.
Banjir yang terjadi akibat hujan lebat sejak dua pekan lalu mengakibatkan ribuan rumah warga di 12 kecamatan di Pekanbaru tergenang. Bencana ini dikabarkan juga mengakibat satu bocah berusia empat tahun tewas setelah sempat terperosok ke drainase dan terseret hingga dua hari hilang.
Pemerintah daerah setempat telah mendistribusikan bantuan berupa peralatan rumah tangga, sembako, tenda darurat, dan obat-obatan.(fzr/ant)