SELATPANJANG - Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau diterapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi memutuskan untuk penerapan PSBM di Desa Tanjung Peranap mulai ini sebagai antisipasi mencegah terjadinya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di desa tersebut.

"Masyarakat disini mungkin trauma ketika ada petugas kesehatan yang melakukan swab dengan menggunakan baju Hazmat serta isu-isu yang liar yang berkembang. Sehingga harus ada kebijakan yang bisa menyejukkan, dalam rangka untuk menentramkan masyarakat," ujarnya.

Untuk itu kata Irwan, proses tracking dan swab dihentikan dan sebagai gantinya desa tersebut akan dilockdown selama 14 hari kedepan.

"Selama masa itu masyarakat disini tidak boleh keluar masuk dan untuk itu pemerintah daerah akan memberikan bantuan bagi masyarakat berupa sembako," pungkas Irwan.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan pihak terkait untuk melakukan upaya pengamanan dan lainnya.

"Untuk mendukung kebijakan bupati, tentunya kita akan melakukan upaya pengamanan preventif dan persuasif dan imbauan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu kita juga akan bersinergi dengan pihak terkait seperti TNI dan Satpol PP dengan menempatkan personil sebanyak 18 orang dengan rincian dari Polri sebanyak 10, TNI 2 personil dan Pamong Praja sebanyak 6 personil," pungkas orang nomor satu di jajaran Polres Kepulauan Meranti itu.***