SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, MSi menyatakan saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluh dan menyampaikan permasalahannya langsung ke Bupati. Hal itu menjadi bukti bagaimana seorang Camat tidak berkomunikasi dengan warganya.

"Akibatnya, permasalahan yang ada di masyarakat itu akan melambung dan sampai pada kami. Masyarakat tersebut yang langsung melapor," ujar Bupati Siak saat melantik tujuh orang camat di Kabupaten Siak, Selasa (21/1/2014).

Menurut Bupati, segala permasalahan yang terdapat di masyarakat harusnya diselesaikan oleh Camat setempat. Setelah itu, baru camat yang memberikan laporan kepadanya. "Kalau komunikasi tercapai, bukan masyarakat yang lapor sama saya," kata Bupati.

"Untuk bisa mengetahui permasalahan yang terjadi, tentu saudara harus lebih sering berada di lapangan dari pada di kantor," lanjut Bupati. Bupati menilai, pelayanan masyarakat akan tercapai jika camat 75 persen bekerja di lapangan dan 25 persen berada di kantor.

"Kalau ada waktu saudara untuk turun ke lapangan, kenapa tidak digunakan? Jangan asik di kantor saja, sehinggaa anda tidak menguasai permasalahan wilayah," beber Bupati. Ia menjelaskan, sebagai camat baru, hal yang harus diperhatikan adalah menguasai permasalahan yang ada, kenali wilayahnya.

Oleh karena itu, Bupati berharap para camat mampu menjaga kedekatan dengan masyarakat. Tentunya harus rajin turun ke lapangan meninjau desa-desa, melihat bagaimana persoalan yang ada. "Saudara harus pandai dalam membagi waktu," kata Syamsuar.

Adapun tujuh camat yang dilantik tersebut yakni Syafrizal, S.Sos sebagai Camat Koto Gasib, Wan Syaiful Effendi, AP., M.Is sebagai Camat Siak, Hendy Derhavin, SE, MM sebagai Pj Camat Mempura, Zalik Efendi, S.Sos sebagai Pj Camat Dayun, Suparni, S.Sos sebagai Camat Sabak Auh, Aditya Chitra 'Smara, S.STP sebagai Pj Camat Lubuk Dalam dan Said Marwazi, S.Sos sebagai Pj Camat Pusako.(san)