PEKANBARU - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Billiar Seluruh Indonesia (POBSI) Riau merasa kecewa dengan bonus yang didapatkan salah satu atlet biliar Riau yang meraih medali perak pada Kejurnas Biliar 2017 yang digelar di Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu.

Kekecewaan ini dirasakan setelah M Faizal yang merupakan atlet biliar Riau peraih medali perak mendapatkan bonus yang tidak sesuai dengan nilai bonus atlet yang sudah ditetapkan pada saat Musorprov KONI Riau 2017.Hal itu disampaikan Pelatih Biliar Riau, Jefri saat ditemui GoRiau.com, Jumat (29/12/2017) siang di Kantor KONI Riau yang berada di Jalan Gajahmada, Kota Pekanbaru. "Atlet kita, M Faizal hanya mendapatkan bonus sebesar Rp4 juta," ucapnya.Jefri memaparkan, bonus yang diraih atlet berprestasi seharusnya sesuai dengan medali, dimana untuk medali emas mendapatkan bonus Rp10 juta, medali perak Rp7,5 juta dan medali perunggu Rp5 juta."Sedangkan atlet kita yang meraih medali perak saat Kejurnas Biliar 2017 di Jabar mendapat bonus kurang dari Rp7,5 juta. Atlet M Faizal ini merupakan peraih medali emas pada pra PON 2016 lalu," terangnya.Jefri melanjutkan, jika perbedaan pembagian bonus ini tidak segera diantisipasi, ditakutkan atlet berprestasi ini akan berpindah atau diambil oleh provinsi lain. "Sebab, atlet dari cabor yang lain mendapatkan bonus sesuai dengan yang ditetapkan," imbuhnya."Tahun 2016 lalu, M Faizal yang meraih medali emas mendapatkan bonus yang sama dengan atlet peraih emas dari cabor lainnya dan kenapa tahun berbeda. Jangan sampai atlet kita yang berprestasi pindah," tuturnya."Oleh karena itu, kita harapkan kepada KONI Riau agar tidak membeda-bedakan bonus kepada atlet. Karena bagaimanapun juga mereka berjuang untuk nama Riau juga," pungkasnya.***