PEKANBARU, GORIAU.COM - Setelah melakukan aksi demo ke Kantor PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Minas, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (18/6/2014), puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) mengadukan nasib ke Dinas Tenaga Kerja dan Tramsigrasi Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Riau, Kamis (19/6/2014).

Mereka ingin instansi tersebut memfasilitasi dan memediasi mereka dengan perusahaan. Setidaknya buruh yang datang tersebut berasal dari empat perusahaan sub kontraktor PT CPI.

Diantaranya PT Sinar Mandiri Mandau (SMM), Turbo Jurong, Artelindo dan Bengkalis Kuda Laut (BKL). Salah satu buruh, Suchandra mengharapkan kepada Disnakertransduk Riau bisa berlaku bijak dan memperjuangkan hak-hak mereka yang belum seluruhnya dipenuhi pihak perusahaan.

"Kami datang meminta Disnakertransduk Riau bisa memfasilitasi kami dengan pihak perusahaan. Instansi ini juga diharapkan bisa membantu para buruh untuk memperjuangkan hak-hak kami," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, permasalahan itu diantaranya mengenai kenaikan gaji yang hingga saat ini belum direalisasikan. "Dimana pihak perusahaan sudah menjanjikan kenaikan gaji sebesar Rp60 ribu dan itu sudah ditandatangi, tapi belum ada realisasinya," ujar Agus, salah seorang demonstran.

Selain permasalahan kenaikan gaji, salah satu perusahaan sub kontraktor PT CPI belum membayarkan gaji pekerjanya beberapa bulan terakhir. "PT. BKL belum membayarkan gaji karyawannya dan sampai saat ini belum ada keterangan," katanya.

Permasalahan lain yang dituntut demonstran yakni adanya pemberhentian 12 karyawan tanpa alasan. "Mereka diberhentikan tanpa sebab. Kalau ada pengurangan karyawan, tentu ada penjelasannya. Tapi, setelah 12 orang ini dipecat, mereka rekrut lagi sebanyak itu," tambah Agus.

Dikatakan Agus, perusahaan yang melakukan pemecatan tanpa sebab merupakan PT SMM, salah satu sub kontraktor PT CPI. Sebelumnya, demonstran akan bertahan hingga 8 Juli mendatang, jika tuntutan mereka tidak digubris PT CPI.(rul)