BAGANSIAPIAPI - Jemaah Haji (JH) asal Rokan Hilir tahun ini dapat bernapas lega. Selain tidak lagi didera pungutan liar (pungli), seluruh Jemaah juga mendapat pelayanan yang ekstra dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Rokan Hilir dan Batam.

Usai melepaskan jemaah Haji Rokan Hilir, Bupati Rokan Hilir, Suyatno menyampaikan, kedepan jumlah kuota haji asal Riau bisa ditambah mengingat masih banyak JCH yang termasuk dalam daftar tunggu. Dia juga memuji pelayanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Batam sudah cukup bagus.

''Kita selalu berupaya memberikan kemudahan kepada tamu tamu Allah dan kami berharap dalam masa kepemimpinan kami nanti, kita mempersiapkan untuk menambah embarkasi dan tentunya harus didukung Bupati dan Walikota di Propinsi Riau," kata Suyatno.

Suyatno berharap, dalam menjalankan ibadah haji, seluruh JCH tidak mendapatkan suatu halangan dan selamat sampai ketanah suci serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat walafiat dan mendapatkan haji yang Mabrur.

Ads
Sementara itu, ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)embarkasi Batam, Drs Afrizal menyebutkan, embarkasi Batam melayani CJH sebanyak 11.894 jemaah dimana terdiri dari jemaah haji sebanyak 11.759 orang, petugas kloter135 orang yang mana terbagi kedalam 27 kloter.

Adapun rincian JCH dari masing-masing provinsi sebagai berikut diantaranya Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 1,268 orang yang tergabung kedalam kloter 1, 19,dan 27. Sedangkan Provinsi Riau sebanyak 5,050 orang yang tergabung dalam kloter 2 s.d10, 16 s.d 18 dan 26.

Selanjutnya Provinsi Kalimantan Barat berjumlah 2,526 orang dalam kloter 11 s.d 16 dan Provinsi Jambi sebanyak 2,915 orang tergabung dalam kloter 20 s.d 26. Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Batam, kata Afrizal, menggunakan Saudi Arabia Airlines dengan jenis Pesawat Boeing 747-400 berkapasitas 450 orang setiap kloter.

Jadwal pemberangkatan JCH Embarkasi Batam terbagi dalam 2 (dua) fase / gelombang yaitu gelombang I Batam ke Medinah untuk kloter 1 sampai dengan Kloter 10 yang berangkat pada tanggal 17 Juli sampai 28 Juli 2018 dan gelombang kedua dari Batam ke Jeddah untuk kloter 11 sampai dengan kloter 27 yang berangkat pada tanggal 29 Juli sampai 14 Agustus 2018.

Adapun pelayanan jemaah haji yang dilakukan PPIH adalah pada saat CJH daerah datang ke Batam dimana PPIH telah menyiapkan bus penjemputan. Bagi yang datang dengan pesawat bus jemaah disiapkan dibawah tangga pesawat.

"Hal itu untuk menghindari proses antri didalam ruang tunggu yang mungkin melelahkan jemaah. Demikian pula dipelabuhan Domestik, bus penjemputan telah disiapkan dipelabuhan Domestik Sekupang,"terangnya.

Disamping menyiapkan bus, PPIH juga menyiapkan angkutan barang jemaah haji serta jasa porter untuk mengangkut barang jemaah calon haji dengan biaya seluruhnya ditanggung oleh pemerintah daerahnya masing masing.

Kemudian PPIH juga memberikan pelayanan penerimaan jemaah dengan sistem One Roof Service ( Pelayanan satu atap ) dimana seluruh perbekalan jemaah yang meliputi pemeriksaan kesehatan dan pendaftaran obat obatan, penyerahan gelang identitas, living cost dan penggantian uang passport dilakukan pada saat dalam aula pertemuan.

PPIH juga memberikan pelayanan manasik haji kepada jemaah dan pembekaan bagi petugas kloter ketua rombongan ketua regu dan tim pemandu haji daerah. Pada tahun ini pemerintah melalui kementrian agama akan mengganti biaya pembuatan paspor kepada semua jemaah yang berangkat ke tanah suci sebesar Rp 355 ribu kecuali petugas kloter TPIH, TPIHI dan TKHI dan petugas daerah TPHD dan TKHD

Menurut Afrizal, JCH Kloter 10 di embarkasi Batam yang dilepas Bupati Siak sebanyak 450 orang merupakan jemaah yang berasal dari Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 221 orang, Kabupaten Siak sebanyak 221 orang, Kabupaten Inhu sebanyak 1 orang, kabupaten Bengkalis sebanyak 2 orang dan Petugas Kloter sebanyak 5 orang.

Pada kloter 10 ini terdapat 1 JCH yang batal berangkat ke tanah suci yaitu Ibu Suhaima Wan Sulung Manifest 12 asal Kabupaten Rokan Hilir karena wafat didaerah. Kemudian terdapat 2 JCH yang tunda berangkat ketanah suci yakni Ibu Tukiyem Nurhadi Bakri manifest 43 berasal dari Kabupaten Rokan Hilir karena sakit diembarkasi. Setelah itu, Supardan Amat Dayat manifest nomor 42 dari Kabupaten Rokan Hilir, pendamping dari Tukiyem Nurhadi Bakri.

Demikian juga, terdapat 3 JCH yang mutasi masuk kle Kloter 10 yaitu Darmawi Tandembul Ghani dari Kloter 8 asal Kabupaten Indragiri Hulu, Asip alias Gholap kloter 8 asal Kabupaten Bengkalis, dan Nurani Husin Ruhad dari kloter 8 asal Kabupaten Bengkalis.

Menurut Jadwal, JCH Kloter 10 embarkasi Batam take off dari bandara Hang Nadim Batam pada tanggal 29 Juli 2018 pukul 09.00 WIB dan akan tiba di bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Medinah pada tanggal 29 Juli 2018 pukul 13.50 WAS.

Menurut Jadwal, jemaah haji Kloter 10 akan tiba ditanah air pada tanggal 7 September 2018 pukul 22.45 WIB. Berdasarkan hasil Qur’ah maktab tahun 1439 H/2018 M selama berda di Mekkah JCH Kolter 10 akan menempati rumah diwilayah Mislafah Maktab 50 Sektor 09 No Rumah 910.

Dikatakannya, Jemaah Calon Haji tertua dalam kelompok terbang ini adalah Suhadi Supomo Sonto Pawiro berusia 82 tahun asal Kabupaten Siak dan termuda Fery Irawan Irwan berusia 19 tahun asal Kabupaten Rokan Hilir.

Pada saat ini, Embarkasi Batam sudah memberangkatkan 9 kloter dengan jumlah jemaah sebanyak 4.028 orang. Selama ini, Kemenag seudah membuat inovasi yang akan dilaksanakan dalam operasional Haji yaitu percepatan keimigrasian (Rekam Biometrik dilakukan embarkasi Haji), QR Code pada gelang jemaah (bisa diakses melalui Aplikasi Haji Pintar di android).

Akomodasi (Sewa atau musim penuh untuk sebagian hotel di Medinah, bumbu masakan Indonesia ( Juru Masak dan bumbu dari Indonesia ), Penambahan catering Mekkah dari 25 Kali menjadi 40 kali, tanda passport satu warna dengan koper, pengalihan porsi waris ( Jika JCH batal berangkat karena meninggal dunia dapat dialihkan ke ahli waris ), Visa print kertas dapat diprint di Kemenag, Konsultan ibadah disetiap sector, P3JH ( Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji ). (advertorial)