
SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi meninjau langsung kondisi Pelabuhan Camat Selapanjang, Riau, pasca ambruk beberapa waktu lalu. Karena tidak menginginkan hal sama kembali terulang, H Irwan melarang kapal berlabuh dengan cara bersandar (mengikat tali) di dermaga tersebut.
Pernyataan itu disampaikan H Irwan di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti Hariadi beserta jajaran, pengurus pelabuhan, dan perwakilan buruh. "Saya tidak ingin lagi ada kapal berlabuh dan bersandar di sini. Kalau sudah bongkar suruh mereka berangkat," ujar H Irwan.
Pasalnya, ditambahkan H Irwan lagi, dari nilai bangunan yang ambruk tidak sebanding dengan kontribusi yang didapatkan. Dermaga Pelabuhan Camat yang rubuh kelaut tak lepas dari aktivitas bongkar muat barang di sana.
Hal itu sebelumnya diakui Ardi, salah seorang warga yang berjualan tak jauh dari Pelabuhan Camat. Menurut Ardi, seringkali kapal bersandar di dermaga itu. Tali kapal saat bersandar diikatkan di tiang dermaga. Sehingga, saat ombak tiba, kapal tersebut terombang ambing dan beban itu ditumpukan ke tiang dermaga. Lama kelamaan tiang dermaga menjadi miring lalu dermaganya ambruk.
Pantauan GoRiau, sejak 2014 hingga 2016, dermaga Pelabuhan Camat Selatpanjang sudah tiga kali ambruk di lokasi berbeda. Setidaknya sudah lebih 200 meter nyemplung dan tenggelam di laut.
Ambruk pertama pada, Rabu (26/2/2016), kedua Kamis (6/11/2016) dan terakhir, Selasa (16/2/2016).
Menanggapi hal ini, H Irwan mengajak semua pihak terkait untuk duduk bersama membahas masalah kelangsungan sisa dermaga Pelabuhan Camat. "Kita cari waktu yang pas untuk duduk bersama membahas masalah ini. Nanti kita cari solusi," ujar H Irwan.
"Saya tidak ingin lagi ada kapal berlabuh setelah bongkar muatan. Kita tata betul aktivitas di pelabuhan, kalau tidak kapan kampung kita cantik," tambah H Irwan waktu itu. ***