Pergerakan besar dalam beberapa minggu ke belakang mendapat perhatian banyak investor dan trader. Setelah reli 21 hari akhirnya Bitcoin mencapai ATH baru pada 14 Juli lalu pada US$123.000. kemudian melandai.

Hal ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan 1 Bitcoin berapa rupiah pada akhir tahun 2025? Hal ini menjadi pertanyaan karena banyaknya whale yang melakukan take profit, dan sejumlah Bitcoin dalam jumlah besar masuk ke bursa.

Sehingga untuk kamu yang ingin trading atau investasi crypto kamu harus mempertimbangkan ke arah mana harga Bitcoin akan bergerak apakah bullish atau bearish. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya kamu harus memilih aplikasi investasi crypto yang terbaik.

Terdapat beberapa aplikasi crypto Indonesia yang telah teregulasi di Indonesia, salah satunya Pintu yang menyediakan fitur terlengkap, biaya trading rendah, serta variasi token yang banyak.

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin (BTC) merupakan mata uang crypto yang pertama kali diciptakan, dibangun di atas teknologi blockchain. Ia juga dikenal sebagai mata uang digital yang tidak terpusat dan berdasarkan pada kriptografi.

Berbeda dengan mata uang fiat yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti Dolar AS atau Euro yang berada di bawah pengawasan bank sentral, Bitcoin dapat beroperasi tanpa memerlukan badan pusat seperti bank atau perusahaan.

Karena sifatnya yang terdesentralisasi, Bitcoin dapat digunakan dalam jaringan peer-to-peer, di mana pengguna bisa mengirim uang satu sama lain tanpa melalui pihak ketiga.

Siapa yang menciptakan Bitcoin?

Pencipta Bitcoin adalah seseorang atau sekelompok orang yang tidak diketahui dengan nama Satoshi Nakamoto, yang memiliki ide tentang sistem uang elektronik yang bersifat peer-to-peer sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen putihnya.

Hingga kini, identitas asli Satoshi Nakamoto belum dapat dibuktikan meskipun ada berbagai spekulasi dan desas-desus mengenai siapa sebenarnya Satoshi. Yang pasti, blok genesis pertama BTC berhasil ditambang pada 9 Januari 2009, yang menjadi tanda awal keberadaan mata uang crypto.

Bitcoin Mengalir Ke Bursa

Pergerakan besar dalam aset crypto kembali menarik perhatian para pelaku pasar setelah analis on-chain dari CryptoQuant, Darkfost, menginformasikan adanya kenaikan signifikan aliran Bitcoin ke bursa dari dompet whale.

Dalam laporan terbarunya, inflow bulanan rata-rata dari whale tercatat meningkat hampir US$17 miliar dalam periode 14 hingga 18 Juli 2025, dari US$28 miliar menjadi US$45 miliar. Kenaikan ini menunjukkan bahwa whale mulai mengambil keuntungan setelah Bitcoin mencapai harga puncak baru.

Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa koreksi pasar mungkin akan segera datang, mirip dengan dua puncak pasar sebelumnya. Pada waktu tersebut, inflow whale yang melebihi US$75 miliar menciptakan tekanan jual besar yang berujung pada konsolidasi harga Bitcoin.

Darkfost menyebutkan bahwa pergerakan 80.000 BTC belakangan ini diperkirakan menjadi faktor utama lonjakan inflow ini. Whale memanfaatkan harga tertinggi baru untuk mengambil sebagian keuntungan mereka.

Meskipun tujuan pengiriman BTC ke bursa tidak dijelaskan secara jelas, pola ini sering dikaitkan dengan persiapan untuk menjual dalam jumlah besar.

Lonjakan Aktivitas Derivatif BTC Tambah Tekanan

Selain data on-chain, peningkatan yang tajam juga tercatat di pasar derivatif. Menurut data dari CoinGlass, volume perdagangan derivatif Bitcoin meningkat sebesar 43,09 persen menjadi US$65,84 miliar, sedangkan open interest hanya meningkat sedikit 0,16 persen menjadi US$84,38 miliar.

Di pasar opsi, volume juga melonjak sebesar 37,76 persen menjadi US$2,19 miliar. Peningkatan aktivitas ini menandakan munculnya spekulasi di kalangan trader, dengan perhatian pada kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya.

Sementara itu, rasio long/short untuk akun di Binance pada pasangan BTC/USDT tercatat di angka 0,9238. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah trader yang mengambil posisi long masih sedikit lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memegang posisi short, yang mengindikasikan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya optimis tentang kelanjutan kenaikan harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Data derivatif ini semakin memperkuat khawatirnya pasar bahwa tekanan jual dari whale dapat diperburuk oleh aksi spekulatif di pasar derivatif.

Ketika posisi terbuka terus meningkat di tengah sentimen korektif, volatilitas berpotensi meningkat tajam, terutama jika harga mulai menyentuh area support teknikal yang penting.

Penurunan Inflow Harian Jadi Sinyal Positif?

Walaupun inflow bulanan meningkat tajam, Darkfost juga mencatat bahwa arus masuk harian dari dompet whale ke bursa kini mulai menunjukkan penurunan. Penurunan ini dianggap penting untuk terus dipantau karena bisa menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda.

Jika tren tersebut berlanjut, pasar mungkin akan mendapatkan kesempatan untuk bernapas dari tekanan distribusi besar yang biasanya dilakukan whale ketika harga mencapai level ekstrem. Kondisi ini menjadi keseimbangan yang penting dalam menganalisis arah pasar dalam jangka pendek.

Dengan inflow bulanan yang melonjak tetapi harian mengalami penurunan, pelaku pasar harus memperhatikan apakah whale hanya melakukan distribusi terbatas atau sedang mengantisipasi kemungkinan koreksi yang lebih dalam.

Gerakan whale sering kali menjadi sinyal awal tentang pergeseran tren di pasar, terutama ketika ada peningkatan besar dalam volume dan open interest. Saat ini, peningkatan masuknya whale ke bursa menjadi fokus utama, karena bisa menjadi pemicu penting untuk membalikkan arah harga jika tekanan jual terus bertambah dalam waktu dekat.

Pergerakan Harga Bitcoin

Dilansir dari Pintu Market, harga 1 Bitcoin saat ini adalah Rp 1.932.822.656, dengan volume perdagangan Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir mencapai US$54.756.403.613, menunjukkan peningkatan 4,20% dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu, Bitcoin (BTC) mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa di US$122.838 dan harga terendah sepanjang masa di US$67,81. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan 3,22% di bawah harga tertinggi itu dan 175,22 rb% di atas harga terendahnya.

Untuk kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) saat ini adalah US$2.366.632.527.715. Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan harga token dengan jumlah pasokan token BTC yang beredar (20 juta token yang dapat diperdagangkan di pasar saat ini).

Sedangkan nilai total yang sepenuhnya tereduksi (FDV) untuk Bitcoin (BTC) mencapai US$2. 366. 632. 527. 715. Ini menunjukkan secara statistik nilai pasar tertinggi, jika semua 21 Juta BTC saat ini tersedia. Karena ada jadwal untuk distribusi token BTC yang telah ditentukan, mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun hingga FDV dapat terwujud.

Itulah beberapa penjelasan terkait dengan pergerakan harga crypto dimasa depan, dimana Bitcoin dalam jumlah besar masuk deras ke dalam bursa, sehingga kemungkinan harga crypto terkoreksi.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.