DUMAI, GORIAU.COM - Ada-ada saja perangai seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Dumai satu ini, saat jam bekerja dirinya justru asyik indehoy ke Dream House (DH) Massage yang merupakan salah satu lokasi panti pijat.


Naasnya, tengah asyik berhura-hura bersama wanita di panti pijat tersebut. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lakukan sidak, al hasil prilaku oknum PNS tersebut tertangkap tangan di panti pijat saat jam kerja di Jalan Hasanudin, Kecamatan Dumai Barat.


Kepala kantor Satuan Pol Pamong Praja (Satpo PP) Kota Dumai Bambang Wardoyo ketika dikonfirmasi GoRiau.com Minggu (5/1/2014) mengatakan, oknum PNS itu menggunakan jasa pijat di Dream House dan melanggar disiplin dan etika PNS karena bolos saat jam bekerja.


"Apa yang diberitakan selama ini tidak kita temukan. Sehingga kita tidak mendapat barang bukti atau tangkap tangan tindakan-tindakan yang menyalahi aturan. Namun kita dapati oknum PNS yang bolos bekerja silokasi tersebut, hal itu sudah kita serahkan ke BKD Dumai untuk ditindaklanjuti," katanya.


Namun demikian, Satpol PP sempat mengumpulkan pekerja wanita DH Massage di salah satu ruangan. Para pekerja tersebut diberikan warning tegas menatar kepada para pekerja bila melakukan tindakan yang dilarang aturan belaku dan norma-norma asusila maka mereka akan diamankan secara paksa oleh Satpol PP.


"Saya katakan sama mereka, bahwa saya tidak mau ada lagi yang menawarkan jasa esek-esek atau plus-plus atau pijit alat vital. Saya ancam, sekiranya kedapatan, langsung saya ciduk. Karena tindakan itu tidak sesuai dengan izin yang ada," ujarnya.


Humas Dream House Massage Said Makmur alias Moy mengatakan di tempatnya tidak ada aktivitas yang melanggar ketentuan. Ia juga terbuka bagi siapa saja yang datang untuk mengecek kebenaran itu.


"Dream House itu tempat massage yang bersih, pekerja saya sudah diajarkan untuk bersifat sopan dan tidak melakukan tindakan asusila sebagaimana tudingan beberapa media tersebut," ujarnya.


Bahkan ia mengatakan akan tunduk dengan aturan main bila terdapat pelanggaran hukum di tempatnya. Ia juga berani menutup usaha tersebut bila terjadi hal-hal yang menyalahi perizinannya.


"Kalau memang terbukti, Dream House siap ditutup. Kami ucapkan terima kasih buat Satpol PP yang sudah melakukan razia kali ini untuk memastikan apa benar isu yang beredar saat ini," katanya.(egy)