PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Raut wajah bingung terlihat dari wajah Mahyuddin (66), betapa tidak, pria yang disapa Pak Udin ini sedang memikirkan kondisi kesehatan anaknya Nurul Aisyah (1,8). Pasalanya, Nurul Aisah divonis menderita kelainan jantung (jantung bocor,red) yang saat ini hanya bisa tergolek lemah.

''Macam manalah tak bingung. Dokter sudah menyerah untuk mengobati anak saya. Satu-satunya jalan, anak saya harus operasi di salah satu rumah sakit di Jakarta . Mana saya ada biaya banyak pak, makan saja sudah kesulitan,'' tutur Udin, Selasa (11/3/2015).

Udin yang tinggal menumpang di gubug papan samping Rumah Makan Carano, Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci, lebih dari setahun mencoba mengobati anak ke empatnya dari isteri Suhaili (33) yang dijamin Pemkab Pelalawan melalui program Jaskesda.

"Sejak berobat ke Puskesmas hingga RSUD Selasih dan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru memang tak pakai biaya, itu memang saya syukuri. Tapi untuk makan sambil nunggu anak sakit saya sudah sangat kepayahan. Kalau dulu sempat narik becak, tapi sudah terjual. Jadi sekarang sudah tak menentulah,'' tuturnya.

Diutarakan Udin, saat ini, anaknya Nurul Aisyah yang berusia 1 tahun 8 bulan sempat di ICU RSUD Arifin Achmad selama dua pekan, tapi kondisinya tak berubah dan masih tergolek lemah.

"Sekarang dibawa ke rumah, apalagi dokter sudah nyerah. Paling dua hari sekali cek ke RSUD Selasih,'' katanya.

Diungkapkan Udin, sekitar usia 6 bulan awalnya Nurul Aisyah sering sakit-sakitan. Lama kelamaan bagian dada sebelah kirinya mulai membengkak dan kulit tubuhnya pun berwarna kekuningan.

"Sebenarnya sangat tak sampai melihat kondisinya terbaring lemah begitu. Makan tak mau dan pertumbuhan badannya sangat terganggu, tapi bagaimanalah,'' ucap Udin.

Terkait rujukan ke Jakarta sebut Udin memang dirinya sangat berharap. Berharap anaknya bisa dioperasi dan sembuh kembali.

''Ya, dibilang rumah sakit Pekanbaru biayanya memang ditanggung pemerintah (Jamkesda). Tapi, ongkos pesawat dan biaya makan selama di Jakarta tidak ada. Jadi bagaimanalah,'' katanya sedih.

Namun Udin tak putus harapan. Ia berharap Pemkab Pelalawan atau para dermawan membuka hati membantu keluarganya yang dalam kesulitan.

''Sebenarnya saya sudah cukup terima kasih Pemkab Pelalawan sudah membantu biaya berobat selama ini. Tapi, saya berharap bantuan lagi agar saya bisa membawa anak saya ke Jakarta untuk berobat ke sana. Kalau ada donatur pun sangat saya tunggu,'' harapnya.(***)